News Update

BCA Sabet 4 Penghargaan Terkait Sukuk Dari Kemenkeu

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperoleh 4 penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atas komitmennya mengembangkan pangsa pasar Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk di Indonesia.

4 penghargaan tersebut untuk kategori Peserta Lelang SBSN Terbaik 2016, Agen Penjual Sukuk Negara Ritel Terbaik 2016, Agen Penjual Sukuk Tabungan Terbaik 2016, dan Investor Utama SBSN Domestik. Ke-4 penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, tahun ini BCA dipercaya oleh Pemerintah menjadi salah satu agen penjual Sukuk Negara Ritel seri SR-008 dan Sukuk Tabungan seri ST-001. Sukuk Negara Ritel dan Sukuk Tabungan yang merupakan bagian dari SBSN ini bermanfaat memberikan alternatif investasi berbasis syariah kepada masyarakat Indonesia.

“Karenanya, kami berterima kasih telah dipercaya Pemerintah untuk memperluas pasar sukuk di Indonesia yang sejalan dengan visi kami untuk senantiasa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Jahja dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 28 Desember 2016.

Jahja mengungkapkan, keempat penghargaan yang diberikan oleh Kemenkeu ini menunjukkan bukti komitmen BCA dalam mengembangkan pasar keuangan syariah di Indonesia, sekaligus untuk mendukung terciptanya keuangan inklusif di Indonesia. Keberadaan SBSN memiliki nilai yang strategis bagi pemerintah.

Sebagaimana diketahui, penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-008 dan Sukuk Tabungan seri ST-001 dapat mendorong mobilisasi dana masyarakat dan memperluas basis investor dalam rangka diversifikasi pembiayaan proyek-proyek APBN. Partisipasi dan komitmen BCA dalam meningkatkan pasar sukuk di Indonesia diharapkan dapat berkontribusi terhadap kemandirian bangsa dalam membiayai pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

“Tentunya penghargaan ini menjadi sebuah prestasi yang membanggakan dan akan semakin memotivasi kami untuk terus meningkatkan kinerja mewujudkan pasar sukuk yang efektif dan efisien dalam rangka menggerakkan roda perekonomian di Indonesia,” ucap Jahja.

Kriteria yang menjadi penilaian Kemenkeu adalah partisipasi BCA di pasar perdana sukuk yang dicerminkan melalui frekuensi dan volume penawaran yang disampaikan dan dimenangkan, serta performa BCA di pasar sekunder sukuk yang dicerminkan melalui frekuensi dan volume perdagangan.  Terkait performa BCA di pasar sekunder, BCA menjual Sukuk Negara Ritel seri SR-008 yang diterbitkan pada 19 Februari – 4 Maret 2016 dengan tingkat imbalan sebesar 8,3% per tahun.

Sementara itu, BCA menjual Sukuk Tabungan seri ST-001 yang diterbitkan pada 22 Agustus – 2 September 2016 dengan tingkat imbalan sebesar 6,9% per tahun. Antuasiame yang tinggi dari masyarakat mendorong pemerintah menerbitkan Sukuk Negara Ritel seri SR-008 sebesar Rp31,5 triliun dan Sukuk Tabungan seri ST-001 sebesar Rp2,58 triliun.

“Besar harapan kami penjualan SR-008 dan ST-001 yang telah digalakkan dapat turut membantu pemerintah Indonesia untuk memenuhi target pembiayaan dalam APBN sehingga mendukung kelancaran proyek pembangunan infrastruktur di berbagai daerah secara berkesinambungan. Kami juga berharap program penerbitan sukuk yang telah memasuki usia sewindu pada hari ini dapat semakin efektif memobilisasi dana masyarakat dan menjadi alternatif berinvestasi yang aman dan kredibel guna mewujudkan keuangan inklusif di Indonesia,” tutup Jahja. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

4 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

4 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

6 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

6 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

6 hours ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

6 hours ago