Perbankan

BCA Ramal BI Pangkas Suku Bunga Acuan 2 Kali pada 2026

Poin Penting

  • BCA merevisi proyeksi BI Rate 2026 menjadi dipangkas 1–2 kali, dari sebelumnya diperkirakan 3 kali, seiring kebijakan moneter AS yang dinilai tidak seagresif perkiraan awal.
  • BI mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen pada RDG Januari 2026, dengan fokus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global.
  • Ruang penurunan suku bunga tetap terbuka, dengan BI menegaskan inflasi 2026–2027 terjaga di kisaran target 2,5±1 persen serta dorongan bagi pertumbuhan ekonomi.

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memprediksi suku bunga acuan atau BI Rate akan dipangkas sebanyak dua kali pada 2026.

Sebelumnya, BCA sempat memprediksi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dipangkas tiga kali pada tahun ini.

Namun, BCA melakukan penyesuaian proyeksi seiring dinamika kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) yang tidak se-agresif perkiraan awal

“BI Rate kite memprediksi satu sampai dua kali, untuk saat ini. Tahun lalu kita proyeksikan tiga kali. Tapi melihat situasi di US yang memang tidak se-agresif yang diperkirakan, kita juga merevisi pemangkasan suku bunga acuan itu satu sampai dua kali,” ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA dalam Konferensi Pers Kinerja Keuangan 2025, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca juga: Bos LPS Sentil Bank yang Belum Turunkan Suku Bunga Simpanan

Sebagaimana diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Respons BCA Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen

Ke depan, BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini dan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026-2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Adapun sejak September 2024, BI Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75 persen hingga Desember 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

7 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

8 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

8 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

8 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

8 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

9 hours ago