Poin Penting
- Katarak masih menyebabkan 600–650 ribu kasus kebutaan per tahun di Indonesia, mendorong perluasan akses operasi mata di daerah terpencil
- BCA dan PERDAMI menggelar operasi katarak gratis bagi 107 pasien di Kepulauan Mentawai untuk membantu memulihkan penglihatan masyarakat
- Sejak 2001, BCA telah menangani 9.956 pasien katarak melalui 104 kegiatan operasi gratis di berbagai daerah.
Jakarta – Penyakit katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Tingginya jumlah penderita, ditambah terbatasnya akses layanan kesehatan mata, terutama di daerah terpencil menjadi tantangan dalam menangani katarak.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada 2025 terdapat 600 ribu sampai 650 ribu kasus kebutaan di Indonesia yang disebabkan katarak. Masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dan daerah terpencil, menghadapi kendala dalam mengakses layanan operasi mata.
Kondisi itu mendorong sejumlah pihak berkolaborasi untuk memperluas akses layanan kesehatan mata. Tidak terkecuali pihak swasta dan organisasi profesi.
Contohnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) lewat program Bakti BCA yang berkolaborasi dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK PERDAMI).
Baca juga: Bos BCA Pastikan Likuiditas Terjaga, CASA Tembus Rp1.082 Triliun
Pada 19–20 Juli 2026, kolaborasi keduanya berhasil menyelenggarakan operasi katarak gratis di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kali ini, ada sebanyak 107 pasien yang terlayani. Dengan operasi, diharapkan mereka dapat kembali menjalankan aktivitas dan bekerja secara produktif.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengungkapkan, akses terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Oleh sebab itu, kolaborasi dengan PERDAMI terus dilakukan untuk memperluas jangkauan operasi katarak, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
BCA sudah menjalankan program penanggulangan kebutaan akibat katarak ini sejak 2001. Hingga akhir 2025, program ini sudah dilakukan sebanyak 104 kali, dengan total menangani 9.956 pasien di berbagai daerah.
“Melalui Program Bakti Sosial Operasi Katarak, BCA ingin membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatannya sehingga dapat kembali menjalani aktivitas, bekerja, belajar, dan berkarya secara lebih optimal sehingga akhirnya meningkatkan kualitas hidup warga,” jelas Hera dalam keterangan resmi, Kamis, 30 Juli 2026.
Selain menyediakan layanan operasi gratis, sejak 2014 perseroan juga mendukung peningkatan kapasitas layanan kesehatan mata melalui donasi berbagai peralatan medis kepada jaringan SPBK PERDAMI. Bantuan itu antara lain berupa peralatan operasi, mikroskop bedah, alat biometri, hingga instrument set yang digunakan dalam penanganan pasien katarak.
BCA menilai, ipaya memperluas layanan operasi katarak menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka kebutaan yang masih tinggi di Indonesia. Selain meningkatkan kualitas hidup pasien, keberhasilan operasi juga memungkinkan masyarakat kembali bekerja, belajar, dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Pius Suraki, salah satu pasien yang mendapat kesempatan operasi katarak gratis kali ini menuturkan, ia menderita katarak sejak dua tahun yang lalu. Penyakit mata itu membuatnya kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai petani.
Baca juga: Bos BCA Titip Pesan Ini untuk Calon Gubernur BI
Pius sempat melakukan pengobatan alternatif, tapi tidak kunjung membuahkan hasil. Maka ia memberanikan diri ikut program operasi katarak gratis Bakti BCA. Ia berharap bisa kembali beraktivitas secara produktif di ladang setelah sembuh.
“Sekarang sudah mulai terasa dampaknya sejak operasi ini. Meskipun ini baru sebelah mata yang dioperasi, harapannya mata ini sudah kembali terang dan bisa kembali normal dan menjalankan rencana-rencana hidup ke depan,” pungkas Pius. (*) Ari Astriawan


