News Update

BCA: Pelonggaran LTV Belum Berdampak Siginifikan

Jakarta — Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk melonggarkan syarat uang muka (Down Payment/DP) untuk kredit pemilkman rumah (KPR)  dengan merileksasi kebijakan maksimum nilai kredit atau Loan to Value (LTV). Pelonggaran DP tersebut nantinya diharap akan mendongkrak angka penyaluran kredit KPR.

Menanggapi kebijakan tersebut, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja berpendapat bahwa pelonggaran tersebut tidak akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap KPR.

“Kebijakan LTV itu bisa menolong, optimisnya sih paling tidak growthnya bisa dipertahankan, tapi untuk tumbuh lagi agak berat,” kata Jahja di Menara BCA Jakarta, Senin 9 Juli 2018.

Tak hanya itu, pihaknya juga berencana untuk tidak mengubah angka target kredit pada Rencana Bisnis Bank (RBB) miliknya dimana pihaknya mematok pertumbuhan kredit di 10%. Walaupun begitu, pihaknya sangat mendukung kebijakan bank sentral tersebut.

Baca juga: BI: Pelonggaran LTV Dongkrak Kredit KPR Hingga 14%

“Ini perubahannya cukup drastis  ya, LTV dilonggarkan dan bunga bisa naik. Dengan kombinasi seperti itu, biar aman RBB ga kita ubah karena belum ada fortune teller yang bisa memberi tahu saya,” tambah Jahja.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah menetapkan kebijakan relaksasi aturan rasio kredit terhadap agunan atau Loan to Value (LTV) guna mendorong angka kredit pemilikan rumah (KPR) kebijakan tersebut akan diterapkan mulai Agustus 2018.

Selain itu, dalam kebijakan pelonggaran LTV pada sisi mekanisme inden, tercatat maksimal lima FK dan No Income Rules dengan empat tahapan pencairan, yakni maksimal sampai dengan 30% setelah tanda tangan akad kredit, maksimal sampai dengan 50% setelah pondasi selesai, maksimal sampai dengan 90% setelah tutup atap selesai, dan maksimal sampai dengan 100% dari plafon setelah AJB dan cover note.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

8 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

9 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

11 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

15 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

19 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

20 hours ago