Melani Megawati, SVP Consumer Credit Division BCA
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekitar 6-7 persenpada 2026. Optimisme ini seiring dengan sejumlah strategi yang disiapkan BCA untuk mendorong penyaluran KPR BCA pada tahun ini.
Melani Megawati, SVP Consumer Credit Division BCA, mengungkapkan bahwa BCA berfokus untuk memberikan pelayanan berkualitas bagi nasabah yang ingin mengambil KPR.
“Kami memiliki situs rumahsaya.bca.co.id yang menjadi layanan one-stop shopping bagi nasabah yang ingin membeli rumah dengan fasilitas KPR. Lewat situs ini, nasabah dapat melakukan browsing untuk melihat listing properti dari sejumlah developer dan agen properti yang sudah menjadi mitra BCA. Tidak hanya itu, nasabah juga dapat langsung melakukan simulasi kredit dan melakukan pengajuan kredit lewat situs ini,” tutur Melani dikutip Senin, 9 Februari 2026.
Baca juga: BCA Digital Perluas Penyaluran Kredit Ritel Lewat bluExtraCash
Melani juga menjelaskan bahwa kini nasabah dapat mengetahui sisa angsuran lewat aplikasi myBCA. Selain itu, BCA juga telah menawarkan after sales service yang bisa diakses langsung oleh konsumen melalui aplikasi haloBCA.
Lebih lanjut, kata Melani, sehingga apabila nasabah memiliki pertanyaan terkait dengan bunga majupun hal-hal lain terkait KPR, mereka tidak perlu bingung mencari siapa yang bisa ditanyakan.
Dari sisi suku bunga, BCA mengusung program bunga fixed berjenjang untuk memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi nasabah yang mengambil program KPR BCA.
Melani menyebutkan penawaran program bunga fixed berjenjang dengan bunga kompetitif telah menjadi magnet khususnya bagi generasi muda atau Gen Z untuk mendapatkan rumah impiannya. Melalui penawaran ini, Gen Z dapat menyesuaikan bunga cicilan dengan kebutuhan dan kapasitas mereka.
“Sebagai contoh, pada program (bunga fixed berjenjang) ini nasabah bisa mengambil bunga fixed 3 tahun pertama, lalu bunga fixed yang berbeda untuk 3 tahun berikutnya, dan selanjutnya untuk 4 tahun ke depan,” jelas Melani.
“Bunganya rendah di awal, dan perlahan akan menyesuaikan, dengan asumsi kalangan Gen Z juga memiliki kenaikan income seiring bertambahnya masa kerja atau perjalanan usahanya yang terus berkembang. Maka dari itu, program ini sangat populer di Gen Z,” tambahnya.
BCA juga secara rutin menawarkan promo menarik untuk mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Salah satunya lewat gelaran BCA Expoversary 2026 yang menawarkan bunga spesial KPR 1,69 persen fixed 1 tahun, dengan diskon provisi 50 persen dan diskon asuransi jiwa 5 persen yang berlaku hingga 31 Maret 2026.
Baca juga: Alasan BCA Konsisten Ekspansi Kantor Cabang di Tengah Dominasi Transaksi Digital
Selain strategi yang telah disiapkan BCA, Melani juga menjelaskan bahwa optimisme pertumbuhan KPR didukung oleh sejumlah insentif yang diusung pemerintah, misalnya perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian properti baru dengan harga tertentu.
“Kami melihat bahwa perpanjangan insentif PPN DTP merupakan stimulus bagi pertumbuhan permintaan properti pada tahun 2026, dan harapannya juga berdampak positif bagi kenaikan penyaluran KPR BCA,” tutup Melani. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More
Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo menetapkan delapan hari cuti bersama ASN 2026, dengan cuti terbanyak pada… Read More
Poin Penting IHSG ditutup di 8.031,87, naik 1,22 persen dari 7.935,26, dengan 433 saham menguat,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengucapkan selamat kepada Thomas Djiwandono atas pelantikannya sebagai Deputi… Read More
Poin Penting Kemensos akan memfokuskan penyaluran PKH dan bantuan sembako hanya kepada masyarakat desil 1… Read More