Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn
Poin Penting
Jakarta- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan penyesuaian rating Moody’s tidak memiliki dampak terhadap kinerja dari bank swasta terbesar di Indonesia tersebut
Sebagaimana diketahui, lembaga pemeringkat utang Moody’s mengubah outlook atau proyeksi lima bank jumbo di Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Sejumlah bank tersebut di antaranya, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), BCA, dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, tak berpengaruhnya penilaian Moody’s tersebut tercermin dari kinerja BCA yang masih terjaga baik.
Hera menyebutkan, dari sisi non-performing loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah BCA masih terkendali. Tercatat per akhir 2025 NPL BCA berada di level 1,7 persen. Jauh di bawah ambang batas regulator, yakni 5 persen.
“Tidak (dampak rating Moody’s ke kredit). Jadi bisa lihat bagaimana NPL kita sangat terjaga, kemudian bisnis kita juga berjalan dengan sangat baik, bottom line kita juga positif, dan relasi kita juga tetap baik. Jadi kami tidak merasakan ada efek apapun,” kata Hera saat ditemui di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Baca juga: Resmi Diluncurkan, Ocean by BCA Siap Permudah Pelaku Usaha Kelola Bisnis
Dia juga memastikan BCA akan tetap menjaga kinerja tersebut sesuai dengan target yang telah ditentukan. Termasuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit agar tetap berkualitas.
“Kami akan tetap menjaga itu dalam track yang memang saat ini sudah kami jaga, kami prudence, dan kami comply dengan apapun yang memang menjadi salah satu basis persyaratan memberikan kredit yang berkualitas aman dan tentu nyaman untuk para debitur kami,” ungkapnya.
Hera meyakini kredit yang disalurkan BCA sudah melewati proses analis yang ketat. Dia menyatakan kekhawatiran berlebihan tidak diperlukan, mengingat setiap pemberian kredit telah memenuhi standar kepatuhan dan manajemen risiko yang berlaku.
“BCA bisa meyakinkan bahwa kredit yang kami berikan itu sudah melewati proses yang prudence, kekhawatiran berlebihan menurut saya tidak dibutuhkan dalam hal ini, dan kami tetap akan menjaga bahwa postur loan growth kami berada pada proses yang sehat dan bisa kami pertanggungjawabkan prudence dan comply,” tegasnya.
Baca juga: Laba BCA Syariah Naik 15,36 Persen Jadi Rp212 Miliar pada 2025
Sepanjang 2025, penyaluran kredit BCA tumbuh 7,7 persen year on year (yoy) menjadi Rp993 triliun. Penyaluran kredit tersebut terdistribusi ke berbagai sektor di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga.
Rinciannya, pembiayaan konsumer BCA terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga Rp142,3 triliun. Selanjutnya, kredit kendaraan bermotor atau KKB sebesar Rp56,6 triliun.
Sementara, outstanding pinjaman konsumer lain atau mayoritas kartu kredit tumbuh 9,8 persen yoy mencapai Rp25,2 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Panitia Seleksi Pemilihan Calon Pengganti ADK OJK menetapkan 20 nama yang lolos tahap… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksi masih bergerak koreksi dan menguji level 7.686–7.846, seiring posisinya yang berada… Read More
Poin Penting PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) akan menerbitkan obligasi Rp8–Rp10 triliun sepanjang 2026… Read More
Generali Indonesia resmi luncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman, yang merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah… Read More
Poin Penting GEN Syariah Perlindungan Aman menawarkan santunan jiwa yang bertumbuh hingga 250 persen serta… Read More
Poin Penting Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tetap meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran… Read More