Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) optimis bahwa pemulihan ekonomi yang tengah terjadi akan turut mengerek tren penyaluran kredit naik. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja pada paparan kinerja Triwulan I 2022, hari ini (21/04).
Bukannya tanpa alasan, Bank BCA mencatatkan peningkatan penyaluran kredit pada beberapa sektor bisnis hingga Maret 2022. Misalnya, kenaikan pada kredit korporasi sebesar 9,2% YoY atau mencapai Rp286,9 triliun, kredit komersial dan UKM naik 8,2% YoY menjadi Rp188,8 triliun. KKB mencetak rebound dengan naik 3,6% YoY menjadi Rp41,6 triliun, dan saldo outstanding kartu kredit tumbuh 4,9% YoY menjadi Rp12 triliun.
“Kita lihat tren terhadap kredit ini pasti akan meningkat dengan vaksinasi yang mulai merata dan omicron secara natural memberikan vaksinasi. Kita optimis daerah-daerah akan lebih berkembang apalagi dengan kebijakan pemerintah untuk membuka karantina,” ujar Jahja pada paparan virtualnya, Kamis, 21 April 2022.
Pada kesempatan yang sama, Direktur BCA, Rudy Susanto juga mengungkapkan beberapa sektor ekonomi yang meningkat di awal tahun. Ia menilai, secara keseluruhan sektor, posisi penyaluran kredit terus meningkat, namun sektor-sektor ekonomi yang berbasis komoditas seperti Perkebunan maupun Pertambangan menjadi yang terdepan di tengah ketidakpastian global.
“Saya rasa ada segmen khusus yang terdampak oleh kenaikan harga. Kenaikan ini membuat mereka membutuhkan modal kerja yang lebih tinggi. Selama ini kita sudah lihat beberapa seperti minyak goreng. Otomatis kebutuhan modal kerjanya lebih tinggi. Pertambangan juga akan terdampak seperti itu,” tutup Rudy. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More