Pertumbuhan Kredit BCA Ditargetkan 13% pada Semester 1-2018
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 8–10 persen pada 2026. Target tersebut tercantum dalam Rancangan Bisnis Bank (RBB) 2026 dengan mempertimbangkan realisasi pertumbuhan kredit sepanjang 2025.
Direktur BCA, Vera Eve Lim mengatakan, Perseroan memandang prospek pertumbuhan kredit pada 2026 akan lebih positif dibandingkan tahun sebelumnya, seiring potensi percepatan aktivitas ekonomi.
“Untuk pertumbuhan kredit tahun ini, memperhatikan pertumbuhan (kredit) 2025 sebesar 7,7 persen, kita upgrade guidance kita untuk pertumbuhan kredit menjadi sampai 10 persen,” ujar Vera dalam konferensi pers Kinerja Keuangan 2025, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca juga: BCA Kantongi Laba Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong menyebutkan, pertumbuhan kredit industri perbankan nasional berpeluang mencapai dua digit, didorong oleh berbagai program pemerintah.
“Kalau saya lihat potensi (pertumbuhan kredit nasional) di dua digit ada, dengan begini banyak program pemerintah yang berjalan. Semoga di perbankan bisa berusaha sekeras-kerasnya untuk mencapai double digit tahun 2026 ini,” imbuh Hendra.
Hendra menilai, sebagian pelaku usaha mulai bersiap melakukan ekspansi, meski sebagian lainnya masih bersikap wait and see akibat dinamika geopolitik global dan dampak kebijakan tarif Amerika Serikat.
“Tapi kita lihat investasi dari luar negeri, terutama dari China, masih cukup banyak yang masuk. Dan biasanya mereka partner dengan nasabah-nasabah kita. Dan ini semoga juga akan membantu pertumbuhan ekonomi dan juga kredit di perbankan,” ungkapnya.
Baca juga: Bos BCA Ingin Bertemu Thomas Djiwandono Usai Terpilih Jadi DG BI, Mau Bahas Apa?
Adapun, BCA berhasil membukukan laba sebesar Rp57,5 triliun, atau tumbuh 4,9 persen secara tahunan (yoy) sepanjang 2025.
Perolehan laba tersebut salah satunya ditopang oleh penyaluran kredit BCA yang sebesar 7,7 persen yoy atau Rp993 triliun per Desember 2025. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Emas kelolaan layanan bullion bank BSI mencapai sekitar 22,5 ton dalam satu tahun… Read More
Poin Penting Rupiah sempat menyentuh Rp17.000 per dolar AS, sementara IHSG turun 3,12 persen ke… Read More
Poin Penting: Lonjakan harga minyak dunia hingga 118 dolar AS per barel mendorong pemerintah mempercepat… Read More
Poin Penting Indeks Keyakinan Konsumen Februari 2026 turun menjadi 125,2 dari 127,0 pada Januari, namun… Read More
Poin Penting Pemerintah berencana menambah penempatan dana Rp100 triliun di bank-bank Himbara untuk mendorong likuiditas… Read More
Poin Penting Program Makan Bergizi Gratis Indonesia menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat, termasuk… Read More