Ilustrasi: Gedung kantor BCA/istimewa
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 14.00 WIB di Menara BCA, Jakarta.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 13 Februari 2026, dalam RUPST BCA tahun ini akan membahas tujuh agenda strategis. Berikut rinciannya:
Agenda pertama rapat akan meminta persetujuan Laporan Tahunan, Laporan Keuangan, dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris.
Selain itu, juga akan diberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja mereka sepanjang tahun buku 2025.
Baca juga: BCA Tetap Tambah Kantor Cabang saat Bank Lain Pangkas Jaringan, Ini Alasannya
Dalam RUPST tersebut direksi akan mengusulkan pembagian laba bersih untuk dividen tunai, sementara sisa laba yang tidak ditentukan penggunaannya akan dicatat sebagai laba ditahan.
Agenda selanjutnya dibahas penetapan gaji dan tunjangan direksi untuk 2026, serta tantiem untuk tahun buku 2025.
Pemberian kuasa kepada pemegang saham mayoritas dan Dewan Komisaris akan dilakukan untuk menetapkan besaran kompensasi.
Rapat tersebut juga akan mengusulkan penunjukan KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, anggota jaringan global PwC, dengan Eddy Rintis sebagai Akuntan Publik terdaftar OJK, untuk mengaudit buku Perseroan tahun buku 2026.
Agenda rapat yang tak kalah penting adalah direksi akan meminta restu rencana buyback saham perseroan.
Diketahui, BCA akan melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun. Adapun jumlah saham yang dibeli kembali perseroan tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor perseroan.
Rencana buyback saham perseroan ini sebagai salah satu langkah strategis menjaga likuiditas dan nilai saham.
Baca juga: BCA Pastikan Rating Moody’s Tak Berdampak ke Kinerja Kredit
Agenda lainnya yang dijadwalkan adalah pembahasan penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan agar sejalan dengan peraturan perundang-undangan, serta memberikan kuasa kepada Direksi untuk menyusun dan menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar.
Terakhir, RUPST BCA akan membahas agenda masa jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang saat ini menjabat akan berakhir saat ditutupnya RUPST 2026.
Rapat juga akan mengusulkan penegasan berakhirnya masa jabatan sekaligus pengangkatan anggota baru. (*)
Poin Penting KNEKS menilai spin-off UUS yang terlalu cepat berpotensi melahirkan bank syariah kecil dengan… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Allianz Syariah membayarkan klaim Rp600 miliar untuk 2.600 kasus, dengan 67… Read More
Poin Penting GoTo menyiapkan Rp110 miliar untuk Bonus Hari Raya mitra, meningkat dari Rp50 miliar… Read More
Poin Penting Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia memiliki alternatif pasokan energi di luar… Read More
Poin Penting Campak mewabah di puluhan kabupaten/kota akibat turunnya cakupan imunisasi dan maraknya misinformasi. Tiga… Read More
Poin Penting Fitch Ratings mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB, namun menurunkan outlook menjadi… Read More