News Update

BCA Mau Gelar RUPST 12 Maret 2026, Intip Agendanya

Poin Penting

  • BCA dijadwalkan akan menggelar RUPST Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Maret di Menara BCA, Jakarta
  • Pada RUPST BCA tersebut akan membahas tujuh agenda strategis
  • Salah satu agenda yang dibahas meminta restu untuk melakukan buyback saham.

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 14.00 WIB di Menara BCA, Jakarta.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 13 Februari 2026, dalam RUPST BCA tahun ini akan membahas tujuh agenda strategis. Berikut rinciannya:

Agenda RUPST BCA

1. Persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan 2025

Agenda pertama rapat akan meminta persetujuan Laporan Tahunan, Laporan Keuangan, dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris.

Selain itu, juga akan diberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja mereka sepanjang tahun buku 2025.

Baca juga: BCA Tetap Tambah Kantor Cabang saat Bank Lain Pangkas Jaringan, Ini Alasannya

2. Penetapan Penggunaan Laba Bersih 2025

Dalam RUPST tersebut direksi akan mengusulkan pembagian laba bersih untuk dividen tunai, sementara sisa laba yang tidak ditentukan penggunaannya akan dicatat sebagai laba ditahan.

3. Gaji, Tantiem, dan Honorarium Direksi & Dewan Komisaris

Agenda selanjutnya dibahas penetapan gaji dan tunjangan direksi untuk 2026, serta tantiem untuk tahun buku 2025.

Pemberian kuasa kepada pemegang saham mayoritas dan Dewan Komisaris akan dilakukan untuk menetapkan besaran kompensasi.

4. Penunjukan Kantor Akuntan Publik

Rapat tersebut juga akan mengusulkan penunjukan KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, anggota jaringan global PwC, dengan Eddy Rintis sebagai Akuntan Publik terdaftar OJK, untuk mengaudit buku Perseroan tahun buku 2026.

5. Rencana Pembelian Kembali Saham (Buyback)

Agenda rapat yang tak kalah penting adalah direksi akan meminta restu rencana buyback saham perseroan.

Diketahui, BCA akan melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun. Adapun jumlah saham yang dibeli kembali perseroan tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor perseroan.

Rencana buyback saham perseroan ini sebagai salah satu langkah strategis menjaga likuiditas dan nilai saham.

Baca juga: BCA Pastikan Rating Moody’s Tak Berdampak ke Kinerja Kredit

6. Perubahan Anggaran Dasar

Agenda lainnya yang dijadwalkan adalah pembahasan penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan agar sejalan dengan peraturan perundang-undangan, serta memberikan kuasa kepada Direksi untuk menyusun dan menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar.

7. Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi

Terakhir, RUPST BCA akan membahas agenda masa jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang saat ini menjabat akan berakhir saat ditutupnya RUPST 2026.

Rapat juga akan mengusulkan penegasan berakhirnya masa jabatan sekaligus pengangkatan anggota baru. (*)

    Galih Pratama

    Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

    Recent Posts

    KNEKS: Spin-Off Terlalu Cepat Berpotensi Melahirkan Bank Syariah Kecil

    Poin Penting KNEKS menilai spin-off UUS yang terlalu cepat berpotensi melahirkan bank syariah kecil dengan… Read More

    3 mins ago

    Klaim Penyakit Kritis Allianz Syariah Tembus Rp600 Miliar Sepanjang 2025

    Poin Penting Sepanjang 2025, Allianz Syariah membayarkan klaim Rp600 miliar untuk 2.600 kasus, dengan 67… Read More

    49 mins ago

    Bonus Hari Raya Mitra Gojek Cair, Cek Nominal dan Kriteria Penerimanya

    Poin Penting GoTo menyiapkan Rp110 miliar untuk Bonus Hari Raya mitra, meningkat dari Rp50 miliar… Read More

    54 mins ago

    Airlangga Sebut RI Punya Alternatif Pasokan Energi dari Luar Timur Tengah

    Poin Penting Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia memiliki alternatif pasokan energi di luar… Read More

    1 hour ago

    Campak Mewabah di Indonesia, 3 Fase Ini Perlu Diwaspadai

    Poin Penting Campak mewabah di puluhan kabupaten/kota akibat turunnya cakupan imunisasi dan maraknya misinformasi. Tiga… Read More

    1 hour ago

    Fitch Revisi Outlook RI Jadi Negatif, Bos BI Bilang Begini

    Poin Penting Fitch Ratings mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB, namun menurunkan outlook menjadi… Read More

    1 hour ago