Perbankan

BCA Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Jumbo Rp5 Triliun

Poin Penting

  • BCA siapkan buyback saham hingga Rp5 triliun untuk mendukung stabilitas pasar modal, menjaga kepercayaan investor
  • Buyback maksimal 10 persen dari modal disetor dan dipastikan tidak melanggar ketentuan permodalan minimum bank sesuai POJK
  • Aksi buyback muncul di tengah tekanan pasar, setelah saham BBCA turun 6,33 persen ke Rp7.025 seiring keputusan MSCI membekukan rebalancing indeks Indonesia.

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan melakukan pembelian kembali saham (shares buyback) yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai maksimal Rp5 triliun.

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA menjelaskan, aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka turut mendukung stabilitas pasar modal Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham.

“Jumlah nilai buyback adalah sebesar-besarnya Rp5.000.000.000.000 (lima triliun rupiah) termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain,” jelas Hera, 29 Januari 2026.

Baca juga: BCA Ramal BI Pangkas Suku Bunga Acuan 2 Kali pada 2026

Adapun periode buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026.

Jumlah saham yang dibeli kembali perseroan tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor
perseroan.

Pelaksanaan shares buyback juga tidak akan mengakibatkan penurunan modal di bawah batas minimum sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan OJK No. 27 Tahun 2022 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.

“Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi segala peraturan/ketentuan yang berlaku,” jelas Hera.

Baca juga: BCA Kantongi Laba Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen

Di sisi lain, pada perdagangan Rabu (28/1), saham BBCA ditutup melemah 6,33 persen atau turun 475 poin ke level Rp 7.025 per saham.

Pelemahan tersebut imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing untuk indeks saham di Indonesia pada Februari 2026.

Hampir seluruh saham berada di zona merah. Ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 7,35 persen ke level 8.320,56 pada penutupan perdagangan kemarin.

Bahkan, IHSG sempat longsor lebih dari 8 persen hingga dilakukan penghentian perdagangan sementara (trading halt) pada sesi II oleh Bursa Efek Indonesia. (*)  

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

6 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

7 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

7 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

7 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

8 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

8 hours ago