Perbankan

BCA Mau Bagi Dividen di Desember 2023, Segini Besarannya?

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen interim tahun 2023 yang dibayarkan pada 20 Desember 2023 sebesar Rp5,23 triliun atau Rp42,5 per saham.

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim menyatakan bahwa BCA akan terus berkomitmen untuk menjaga dan menumbuhkan kinerjanya. Sehingga, perseroan dapat selalu optimal dalam memberikan dividen kepada pemegang saham.

Bank Mandiri Kasih Bocoran Pembagian Dividen Tahun Buku 2023, Berapa Kira-Kira?

“Kredit bertumbuh, maka dividend per share selalu bertumbuh untuk BCA. Makanya untuk managemen kami selalu menjaga kinerja yang baik. Pada saat ekonomi lagi kurang baik contohnya Covid itu memang masa yang sulit buat kita semua, tapi itu juga masa ujian buat semua bankir, sebagus apa membukukan kredit,” ujar Vera dalam Public Expose Live, Rabu 2 November 2023

Vera pun optimis hingga akhir tahun bisa membukukan kinerja kredit yang positif, yang ditargetkan mencapai 10-12 persen yoy. Realisasinya, per September 2023, total kredit BCA naik sebesar 12,3 persen yoy menjadi Rp766,1 triliun.

“Jadi kita bersykur di BCA selama masa covid kualitas kredit kita juga terdampak, tapi masih jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri dan sudah membaik. Ini berpengaruh terhadap kinerja karena kredit macet pasti dividend share terpengaruh. Itu makanya kita bisa menjaga dividen per share selalu meningkat, kita harpakan payout rasionya meningkat,” jelasnya.

Baca juga: Bukan Batasi Besaran, Ini Tujuan dari Aturan Dividen Payout Perbankan

Di sisi lain, tambah Vera, return on equity (ROE) BCA mengalami peningkatan. Per September 2023 ROE di level 23,5 persen, atau meningkat dibandingkan tahun 2019 sebelum Covid-19 di level 18 persen.

“Artinya setiap Rp1 yang ditanamkan ke BCA itu mendapat return23,5 persen untuk sembilan bulan. Mau cari di mana? Kalau di deposito itu kecil. Tapi ini adalah konsisten, Anda bisa pilah-pilah karena tidak semua taruh di one bucket investasi ya,” ungkapnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

6 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

6 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

7 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

7 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

7 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

9 hours ago