Perbankan

BCA Kantongi Laba Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 4,9 Persen

Poin Penting

  • BCA membukukan laba Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9 persen yoy, ditopang pertumbuhan kredit 7,7 persen yoy menjadi Rp993 triliun.
  • Penyaluran kredit tersebar di berbagai sektor, termasuk konsumer (KPR, KKB, kartu kredit), mendorong NII naik 4,1 persen yoy dan pendapatan nonbunga melonjak 16 persen yoy
  • LAR membaik ke 4,8 persen, NPL terkendali di 1,7 persen, dengan pencadangan kuat, serta DPK tumbuh 10,2 persen yoy menjadi Rp1.249 triliun.

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil membukukan laba sebesar Rp57,5 triliun, atau tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2025.

Perolehan laba tersebut salah satunya ditopang oleh penyaluran kredit BCA yang sebesar 7,7 persen yoy atau Rp993 triliun per Desember 2025. 

Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga. 

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyatakan terima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada Perseroan.

“Hal tersebut menjadi motivasi kami untuk bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru tanah air. Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif,” ujar Hendra dalam Konferensi Pers Kinerja Keuangan 2025, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca juga: Respons BCA Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen

Hendra merinci, pembiayaan konsumer BCA terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga Rp142,3 triliun. Selanjutnya, kredit kendaraan bermotor atau KKB sebesar Rp56,6 triliun. BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025.

Sementara, outstanding pinjaman konsumer lain atau mayoritas kartu kredit tumbuh 9,8 persen year on year mencapai Rp25,2 triliun. 

Realisasi kredit tersebut turut mendongkrak pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tumbuh 4,1 persen yoy, dan pendapatan selain bunga naik 16 persen yoy.

Baca juga: Bantuan Bakti BCA dan BCA Syariah Jangkau Korban Bencana di Aceh Tamiang

Di sisi lain, ekspansi agresif penyaluran kredit tersebut tetap terjaga kualitasnya. Ini tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8 persen dibandingkan 5,3 persen pada tahun sebelumnya.

Sedangkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terkendali di 1,7 persen dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen.

Dari sisi funding, per Desember 2025 total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Bos BCA Ingin Bertemu Thomas Djiwandono Usai Terpilih Jadi DG BI, Mau Bahas Apa?

Poin Penting Presiden Direktur BCA Hendra Lembong berencana bertemu Thomas Djiwandono setelah resmi dilantik sebagai… Read More

6 mins ago

KSSK Klaim Sistem Keuangan RI Kuartal IV 2025 Terjaga Stabil

Poin Penting Stabilitas sistem keuangan nasional terjaga hingga kuartal IV 2025, didukung sinergi dan koordinasi… Read More

24 mins ago

Sinar Mas Asuransi Syariah Siap Tampung Portofolio Asuransi yang Tutup Unit Syariah

Poin Penting Sinar Mas Asuransi Syariah membuka peluang pengalihan portofolio dari perusahaan asuransi yang menutup… Read More

55 mins ago

BGN Tegaskan Sekolah Boleh Tolak MBG, Asal Alasan Ini Terpenuhi

Poin Penting BGN menegaskan tidak ada pemaksaan bagi sekolah untuk menerima program Makan Bergizi Gratis… Read More

1 hour ago

Tiga Bulan Dipasarkan, Zurich Critical Care Sumbang 20 Persen Pendapatan Zurich Life

Poin Penting Dalam tiga bulan berjalan, Zurich Critical Care menyumbang 20 persen pendapatan Zurich Life… Read More

2 hours ago

Melemah Sepanjang Hari, IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 8.980

Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis 0,05% ke level 8.980,23 meski sempat melemah sepanjang hari.… Read More

2 hours ago