News Update

BCA Dukung Pengembangan lnovasi Berbasis Digital

Jakarta–PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung pengembangan inovasi dan kreativitas berbasis digital dalam rangka akselerasi pertumbuhan ekonomi lndonesia. Dukungan tersebut dilakukan melalui gelaran event Indonesia Knowledge Forum (IKF) VI 2017 yang mengambil tema utama ”Elevating Creativity and Innovation Through Digital Collaboration“.

Direktur BCA Henry Koenaifi mengungkapkan, fakta-fakta positif mengenai startup di Indonesia menjadi alasan BCA menghadirkan pagelaran IKF VI. Salah satunya pertimbangan adalah jumlah startup yang mencapai 2.000 startup di Tanah Air, paling banyak se-Asia Tenggara menurut catatan Center for Human Genetic Research (CHGR) pada 2016.

”Beberapa fakta-fakta dengan jumlah startup terbesar dan sebagainya mendorong BCA mengangkat tema Elevating Creativity & Innovation Through Digital Collaboration dalam pelaksanaan lKF VI di tahun ini,” ungkap Henry di Menara BCA, Jakarta, Rabu, 13 September 2017.

Henry menambahkan, pelaksanaan Pesta Akbar IKF VI diharapkan menjadi One Stop Knowledge Solution di Indonesia. Selain itu, dalam pagelaran IKF VI juga akan menghadirkan serangkaian expo dan exhibition yang diikuti oleh exhibitor berupa startup dan penyedia pengetahuan teknologi terpilih sehingga dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan untuk memajukan dunia usaha lndonesia.

IKF VI pada tahun ini akan diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2017 di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta dengan menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara selaku sebagai keynote speaker serta Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti yang juga akan memberikan inspiring closing speech bertajuk “Leveraging Information and Technology for Sustainable Fisheries Management”.

Selain itu, selama dua hari, sebanyak 23 pembicara yang kompeten di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri, akan turut berpartisipasi untuk berbagi ilmu. Pengalaman serta inspirasi dalam mengembangkan dunia bisnis berbasis digital, di antaranya Pengamat ekonomi Faisal Basri, CEO PT McKinsey lndonesia Philia Wibowo, celebrity investor Ashraf Sinclair, Founder and Managing of Kejora Group Sebastian Togelang.

Henry menambahkan, melalui lKF VI juga diharapkan menjadi ajang bagi korporasi dan startup untuk mengembangkan bisnisnya agar dapat hidup ditengah persaingan global.

“Kami mencermati perkembangan usaha rintisan belakangan lni sangat berkembang pesat dan BCA ingin agar setiap orang yang memiliki ide, inisiatif, inovasi, dan kreativitas dapat memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini untuk menjadi entrepreneur. Dengan motivasi ini, BCA menggelar lKF Vl sebagai ajang bagi korporasi dan startup untuk mengembangkan bisnis mereka melalui kolaborasi dan partnership di bidang teknologi,” tutup Henry. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

2 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

2 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

3 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

7 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

16 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

17 hours ago