Poin Penting
Jakarta – PT Bank Digital BCA (BCA Digital) melalui aplikasi blu by BCA Digital tidak hanya mengandalkan penyaluran kredit melalui skema channeling dengan mitra. Bank digital ini juga mengembangkan kredit langsung tanpa agunan kepada nasabah berbasis analisis perilaku transaksi sebagai bagian dari strategi intermediasi yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim mengungkapkan sepanjang 2025, BCA Digital telah menyalurkan kredit senilai Rp8,6 triliun atau tumbuh 38 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sebagian besar penyaluran tersebut masih dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah mitra, yang menjadi fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat dengan profil risiko yang terkelola.
“Di akhir tahun lalu, penyaluran kredit kami mencapai sekitar Rp8,6 triliun, yang dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa partner,” dalam sesi mini talkshow Ngobrol C.U.A.N bareng BCA Digital di BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang, Jumat, 6 Februari 2026.
Baca juga: Alasan BCA Konsisten Ekspansi Kantor Cabang di Tengah Dominasi Transaksi Digital
Namun di tengah penguatan channeling, Yoga menyebut BCA Digital mulai memperluas penyaluran kredit langsung kepada nasabah ritel melalui produk bluExtraCash.
Kredit ini diberikan dengan mengandalkan analisis kebiasaan transaksi dan aktivitas nasabah di aplikasi blu by BCA Digital.
“Kami juga memiliki produk kredit yang tidak disalurkan melalui partner. Nasabah harus menjadi pengguna blu terlebih dahulu, kemudian kami melakukan scoring berdasarkan kebiasaan transaksi nasabah,” tambahnya.
Melalui pendekatan tersebut, BCA Digital menawarkan kredit digital tanpa agunan dengan limit hingga Rp30 juta. Penilaian kelayakan kredit dilakukan secara internal berdasarkan data transaksi, sehingga hanya nasabah dengan profil penggunaan yang sehat yang dapat mengakses fasilitas ini.
“Dari hasil scoring tersebut, nasabah akan mendapatkan limit kredit yang cukup besar, hingga Rp30 juta, dan dapat dicairkan untuk kebutuhan harian,” ungkap Yoga.
Hingga akhir 2025, penyaluran kredit produk bluExtraCash telah mencatatkan outstanding sekitar Rp180 miliar. Dari sisi kualitas, rasio kredit bermasalah atau rasio Non Performing Loan/NPL tercatat berada di kisaran 2 persen, atau berada jauh di bawah batas aman regulator.
“Di akhir tahun lalu, NPL kami masih di kisaran 2 persen, yang artinya masih jauh di bawah batas regulator sebesar 5 persen. Ini menunjukkan bahwa kami cukup selektif dalam menyalurkan pinjaman dan benar-benar mempelajari behavior calon nasabah,” katanya.
Sementara, dari sisi portofolio nasabah pengguna produk bluExtraCash didominasi oleh segmen milenial dan Gen Z yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan tetap. Meski demikian, Yoga menegaskan faktor usia bukan menjadi pertimbangan utama dalam penyaluran kredit.
“Yang paling penting bagi kami bukan soal usia, melainkan tujuan penggunaan pinjaman. Kami tidak mendorong penggunaan pinjaman untuk konsumsi impulsif, misalnya membeli gadget terbaru hanya karena tren. Justru edukasi yang kami tekankan adalah penggunaan pinjaman untuk kebutuhan yang lebih terencana, seperti persiapan pernikahan atau kebutuhan finansial yang memang sudah diperhitungkan sebelumnya,” tegasnya.
Baca juga: blu by BCA Digital Perkenalkan “Blu 2.0” di Ulang Tahun Keempat
Produk bluExtraCash sendiri telah memasuki tahun ketiga sejak diluncurkan dan aktif dijalankan selama dua tahun terakhir. Antusiasme nasabah dinilai cukup baik, dengan kualitas kredit yang hingga kini tetap terjaga. Ke depan, BCA Digital optimis tren penggunaan bluExtraCash akan terus meningkat.
“Kami melihat trennya masih akan tumbuh secara sehat dengan tetap menjaga kualitas kredit dan mengedepankan edukasi kepada nasabah,” pungkas Yoga. (*) Ayu Utami
Poin Penting BSN menggelar Developer Gathering 2026 di empat kota sebagai langkah strategis menjadikan developer… Read More
Poin Penting BCA Insurance luncurkan BIG (BCA Insurance Guard) sebagai aplikasi mobile untuk mempermudah nasabah… Read More
Poin Penting Dalam waktu kurang dari setahun sebagai bank emas, total nasabah bisnis emas BSI… Read More
Poin Penting IHSG sempat turun tajam hingga 7.654 dan memicu trading halt dua kali akibat… Read More
Poin Penting Amartha optimistis pembiayaan UMKM, khususnya segmen ultra mikro, tetap tumbuh karena kebutuhan modal… Read More
Poin Penting Pertamina resmi membentuk Sub Holding Downstream (SHD) untuk mengintegrasikan Patra Niaga, Kilang Pertamina… Read More