Perbankan

BCA Digital Perluas Penyaluran Kredit Ritel Lewat bluExtraCash

Poin Penting

  • Sepanjang 2025, BCA Digital menyalurkan kredit Rp8,6 triliun atau tumbuh 38 persen secara tahunan, dengan mayoritas melalui skema channeling bersama mitra
  • BCA Digital mulai memperkuat kredit langsung tanpa agunan berbasis analisis perilaku transaksi di aplikasi blu, dengan limit hingga Rp30 juta dan outstanding mencapai Rp180 miliar per akhir 2025
  • Rasio NPL bluExtraCash berada di kisaran 2 persen, jauh di bawah batas regulator 5 persen, didorong selektivitas berbasis scoring transaksi.

Jakarta – PT Bank Digital BCA (BCA Digital) melalui aplikasi blu by BCA Digital tidak hanya mengandalkan penyaluran kredit melalui skema channeling dengan mitra. Bank digital ini juga mengembangkan kredit langsung tanpa agunan kepada nasabah berbasis analisis perilaku transaksi sebagai bagian dari strategi intermediasi yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim mengungkapkan sepanjang 2025, BCA Digital telah menyalurkan kredit senilai Rp8,6 triliun atau tumbuh 38 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sebagian besar penyaluran tersebut masih dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah mitra, yang menjadi fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat dengan profil risiko yang terkelola.

“Di akhir tahun lalu, penyaluran kredit kami mencapai sekitar Rp8,6 triliun, yang dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa partner,” dalam sesi mini talkshow Ngobrol C.U.A.N bareng BCA Digital di BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang, Jumat, 6 Februari 2026.

Baca juga: Alasan BCA Konsisten Ekspansi Kantor Cabang di Tengah Dominasi Transaksi Digital

Namun di tengah penguatan channeling, Yoga menyebut BCA Digital mulai memperluas penyaluran kredit langsung kepada nasabah ritel melalui produk bluExtraCash.

Kredit ini diberikan dengan mengandalkan analisis kebiasaan transaksi dan aktivitas nasabah di aplikasi blu by BCA Digital.

“Kami juga memiliki produk kredit yang tidak disalurkan melalui partner. Nasabah harus menjadi pengguna blu terlebih dahulu, kemudian kami melakukan scoring berdasarkan kebiasaan transaksi nasabah,” tambahnya.

Melalui pendekatan tersebut, BCA Digital menawarkan kredit digital tanpa agunan dengan limit hingga Rp30 juta. Penilaian kelayakan kredit dilakukan secara internal berdasarkan data transaksi, sehingga hanya nasabah dengan profil penggunaan yang sehat yang dapat mengakses fasilitas ini.

“Dari hasil scoring tersebut, nasabah akan mendapatkan limit kredit yang cukup besar, hingga Rp30 juta, dan dapat dicairkan untuk kebutuhan harian,” ungkap Yoga.

Hingga akhir 2025, penyaluran kredit produk bluExtraCash telah mencatatkan outstanding sekitar Rp180 miliar. Dari sisi kualitas, rasio kredit bermasalah atau rasio Non Performing Loan/NPL tercatat berada di kisaran 2 persen, atau berada jauh di bawah batas aman regulator.

“Di akhir tahun lalu, NPL kami masih di kisaran 2 persen, yang artinya masih jauh di bawah batas regulator sebesar 5 persen. Ini menunjukkan bahwa kami cukup selektif dalam menyalurkan pinjaman dan benar-benar mempelajari behavior calon nasabah,” katanya.

Sementara, dari sisi portofolio nasabah pengguna produk bluExtraCash didominasi oleh segmen milenial dan Gen Z yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan tetap. Meski demikian, Yoga menegaskan faktor usia bukan menjadi pertimbangan utama dalam penyaluran kredit.

“Yang paling penting bagi kami bukan soal usia, melainkan tujuan penggunaan pinjaman. Kami tidak mendorong penggunaan pinjaman untuk konsumsi impulsif, misalnya membeli gadget terbaru hanya karena tren. Justru edukasi yang kami tekankan adalah penggunaan pinjaman untuk kebutuhan yang lebih terencana, seperti persiapan pernikahan atau kebutuhan finansial yang memang sudah diperhitungkan sebelumnya,” tegasnya.

Baca juga: blu by BCA Digital Perkenalkan “Blu 2.0” di Ulang Tahun Keempat

Produk bluExtraCash sendiri telah memasuki tahun ketiga sejak diluncurkan dan aktif dijalankan selama dua tahun terakhir. Antusiasme nasabah dinilai cukup baik, dengan kualitas kredit yang hingga kini tetap terjaga. Ke depan, BCA Digital optimis tren penggunaan bluExtraCash akan terus meningkat.

“Kami melihat trennya masih akan tumbuh secara sehat dengan tetap menjaga kualitas kredit dan mengedepankan edukasi kepada nasabah,” pungkas Yoga. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri, PGE Jaga Pasokan Listrik Nasional Tetap Stabil

Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More

4 hours ago

Tugu Insurance Siaga 24 Jam, Dukung Perjalanan Mudik Aman dan Nyaman

Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More

10 hours ago

Bank Sentral Global Menghadapi Ekspektasi yang Lebih Tinggi: Ke Mana Arah BI-Rate?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More

11 hours ago

Jangan Asal Berangkat, Ini 6 Tip Mudik Lebaran agar Aman dan Nyaman

Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More

12 hours ago

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

14 hours ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

14 hours ago