Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih dalam Konferensi Pers Pubex
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA terus berkomitmen untuk memberikan dividen yang meningkat setiap tahunnya. Hal ini tentunya mempertimbangkan aspek dari keseimbangan permodalan, hingga manajemen risiko perseroan.
“Pembagian dividen setiap tahunnya ini tentu saja mempertimbangkan berbagai aspek ya antara lain yaitu satu, keseimbangan atas kebutuhan aspek permodalan, penyaluran kredit dalam hal ini dan juga kepentingan daripada para shareholder kita, serta mempertimbangkan aspek daripada manajemen resiko atau CAR kita,” ujar Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih dalam konferensi pers Pubex, Kamis, 11 September 2025.
Baca juga: Jahja Setiaatmadja Kembali Borong Ribuan Saham BBCA, Segini Nilainya
Jhon menyebut, secara historis dari tahun ke tahun besaran dividen BCA terus mengalami peningkatan. Dia menjelaskan BCA pun memberikan dividen interim kepada pemegang saham agar dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan reinvestasi di dalam saham BCA.
“Di BCA sendiri pembagian dividen itu ada pembagian dividen secara interim. Jadi cash flow-nya bisa dipakai oleh para investor untuk melakukan re-investasi lagi mungkin di dalam saham BCA,” pungkasnya.
Di samping itu, Jhon menambahkan, saat ini rentabilitas BCA terjaga positif, sehingga kemampuan dalam membayar dividen kepada pemegang saham juga baik. Dengan dividen payout ratio BCA yang relatif tinggi yakni di angka 68 persen.
Baca juga: Dana Asing Kabur Rp1,25 Triliun, Saham BMRI, ANTM hingga BBCA Paling Banyak Dilego
“Kita harapkan dividen payout ratio ini yang relatif tinggi ini dapat terus dipertahankan dengan baik,” paparnya.
Sebagai catatan, BCA membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp37 triliun atau Rp300 per lembar saham, naik 11,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari total dividen tersebut, Rp50 per lembar dibayarkan sebagai dividen interim.
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More