Rabobank; Maksimalkan jaringan. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku akan menggabungkan PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank) dengan anak usahanya PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah). Hal tersebut bakal dilakukan setelah mendapat persetujuan akuisisi Rabobank Indonesia dari pemegang saham pada RUPSLB BCA pada Juli 2020.
“Dapat kami sampaikan, setelah proses akuisisi selesai, proses merger BCA Syariah dan Rabobank Indonesia baru akan berjalan. BCA Syariah akan menjadi surviving entity pasca merger,” kata Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2020.
Hera menjelaskan, melalui merger tersebut, posisi permodalan dan neraca BCA Syariah akan semakin solid. Dimana berdasarkan publikasi laporan keuangan bulan Juni 2020, ekuitas BCA Syariah adalah sebesar Rp2,4 triliun sedangkan ekuitas Rabobank Indonesia sebesar Rp382 Miliar.
“Melalui aksi korporasi ini, BCA Syariah diharapkan akan memiliki posisi keuangan yang lebih kokoh untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa yang akan datang,” tambahnya.
Hera menambahkan, saat ini BCA sedang fokus untuk menyelesaikan proses akuisisi Rabobank Indonesia dimana pihaknya sedang memproses permohonan persetujuan akuisisi serta pengggabungannya dari regulator. BCA berharap proses akuisisi ini dapat selesai di bulan September 2020. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More