Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit hingga Juli 2022 sebesar 10,71% secara yoy. Pertumbuhan tersebut, telah melebihi target tahun 2022 yang sebesar 7,5% plus minus 1%.
Pertumbuhan kredit, ditopang oleh kredit UMKM yang memberikan kontribusi signifikan. Per Juli 2022, kredit UMKM tumbuh sebesar 18,08% secara yoy atau Rp1.299,4 triliun, yaitu 21% dari total kredit perbankan. Angka tersebut, di atas pertumbuhan total kredit sebesar 10,71%, yang membuat porsi kredit UMKM terhadap total kredit menjadi lebih tinggi dibanding sebelum pandemi.
Dian Ediana Rae Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK mengatakan, pihaknya meyakini ditengah tantangan global dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) proyeksi kredit akan terus bertumbuh hingga akhir tahun 2022.
“Kita memang belum menyebutkan angka, tapi kami optimis kredit ini akan terus bertumbuh sampai akhir tahun dan masih sangat kondusif,” ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Selasa, 6 September 2022.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang bisa mengatasi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 secara baik. Kemudian, dengan adanya kenaikan harga-harga komoditas yang mempengaruhi fiskal dan juga mengenai masalah subsidi migas. Hal ini, tentunya tidak terlalu mempengaruhi perekonomian domestik.
Baca juga: Dampak Kenaikan BBM Terhadap Perbankan, Ini Kata OJK
“Kenaikan harga komoditas tertentu itu seperti kelapa sawit dan batu bara, sekarang ada kecenderungan agak melandai. Sehingga, akan mempengaruhi debitur-debitur di sektor ini. Namun, tentu tidak akan berdampak signifikan tetapi kita hanya meprediksi dari perkembangan harga kemungkinan ada dampak terhadap tapi belum tentu,” jelasnya. (*) Irawati
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More
Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More