DBS Bank; Buka cabang baru. (Foto: Istimewa).
Jakarta–PT. Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) gandeng PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) kembali memasarkan varian baru reksa dana, Batavia Enhanced Equity Strategy (BEEAS). BEES merupakan reksa dana saham yang memiliki strategi investasi yang unik karena mengkombinasikan saham-saham berkapitalisasi besar sebagai core portfolio dengan saham berkapitalisasi menengah-kecil untuk mendukung pencapaian kinerja yang optimal.
Pengelolaan BEES didukung oleh metodologi yang membantu menganalisis keseluruhan saham, baik saham besar maupun kecil, secara sistematis dan menyeluruh guna mendapatkan indikator fundamental dan momentum yang kuat.
Lilis Setiadi, Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen mengaku sangat senang dengan peluncuran BEES. Strategi reksa dana BEES, lanjutnya, disesuaikan dengan kebutuhan investasi para nasabah DBS di reksa dana saham. Produk ini memungkinkan nasabah mendapatkan ketenangan disaat pasar berfluktuasi, namun disatu sisi, bisa cepat menangkap momentum disaat pasar tumbuh positif.
Inisiatif penambahan produk reksa dana baru ke dalam jajaran produk yang didistribusikan DBS semakin mempertegas komitmen Bank DBS Indonesia menjadi penyedia layanan wealth management terbaik yang dapat menjadi solusi perencanaan keuangan bagi nasabah.
Sementara, Direktur Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum mengatakan, kemitraan ini mendistribusikan secara eksklusif produk reksa dana BEES. Wawan menambahkan, produk ini merupakan produk unggulan karena terdiri dari kombinasi saham berkapitalisasi besar, menengah dan kecil sehingga mampu menangkap peluang di kondisi pasar yang dinamis. Nasabah juga dapat mengoptimalkan portfolio investasi mereka.
“Melalui kerja sama ini, DBS Indonesia percaya bahwa kami mampu meningkatkan total AUM reksa dana sebesar 15%” tambah Wawan.(*)
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More