Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah merilis uang khusus pecahan Rp75.000 bertema 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia (RI), dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI kemarin (17/8).
Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengungkapkan, pada hari pertama peluncuran sejak 17 Agustus 2020 pukul 15:00, sebanyak 68.051 peminat telah mendaftar melalui online via aplikasi Pintar di situs resmi BI pada tautan https://pintar.bi.go.id.
“Dan pada hari pertama yang sudah mendaftar teman teman sudah masuk sekitar 97% (dari yang disiapkan) jadi yang sudah memasuki aplikasi 68.051 jadi 97%,” kata Rosmaya dalam briefing media secara virtual di Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020.
Rosmaya juga menjelaskan, setiap harinya BI menyediakan stok 300 lembar uang edisi khusus kemerdekaan pecahan Rp75.000 untuk kantor pusat BI Jakarta. Sedangkan untuk kantor perwakilan di daerah, BI juga menyiapkan 150 lembar per harinya bagi masyarakat yang berantusias memiliki uang tersebut.
“Kemudian yang 150 lembar dikali untuk 45 kantor perwakilan jadi ada 6.750 lembar maka kita buka di hari pertama itu 7.050,” jelas Rosmaya.
Meski begitu BI menilai terdapat beberapa kantor wilayah yang antusias masyarakatnya rendah terhadap penukaran uang khusus tersebut. Beberala diantaranya ialah daerah Papua dan Gorontalo.
“Ternyata kami lihat beberapa kantor pewakilan yang kosong jadi pencapaiannya masih 97%. Jadi ada yang kosong di Siboga Papua, Papua Barat Ternate, Gorontalo dan Mamuju,” tukas Rosmaya.
Sebagai informasi saja, dalam uang edisi khusus ini BI hanya menyiapkan 75 juta lembar dalam peredarannya. Nantinya masyarakat bisa melakukan penukaran uang dengan melakukan pemesanan jadwal dan lokasi penukaran secara online via aplikasi Pintar di situs resmi BI melalui tautan https://pintar.bi.go.id. Kemudian syarat lain yang harus dipenuhi ialah, setiap satu KTP hanya bisa ditukarkan untuk mendapat satu lembar UPK Ke-75 RI dengan nominal Rp75.000. (*)
Editor: Rezkiana Np
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More