Market Update

Bareksa, Quantit, dan STAR AM Resmi Kolaborasi, Rilis Reksa Dana USD dengan AI

Poin Penting

  • Bareksa berkolaborasi dengan Quantit dan STAR AM untuk meluncurkan reksa dana STAR Fixed Income Neo AI Dollar, produk pendapatan tetap berdenominasi USD dengan eksposur saham AS.
  • Teknologi AI Bareksa dan Quantit digunakan untuk mendukung analisis dan keputusan investasi, sementara kendali portofolio tetap di tangan STAR AM.
  • Backtesting menunjukkan imbal hasil 5,7–8,5% per tahun, lebih tinggi dari rata-rata reksadana USD di Indonesia, sehingga produk ini diharapkan menjawab minat investor ritel pada aset global yang stabil.

Jakarta – Bareksa berkolaborasi dengan Quantit, fintech asal Korea yang berfokus pada pengembangan AI di sektor wealth dan berpengalaman di pasar Amerika Serikat (AS), Korea, dan Vietnam, untuk menghadirkan solusi investasi yang lebih cerdas dan sesuai kebutuhan investor.

Kolaborasi perdana itu, juga melibatkan STAR Asset Management (STAR AM), yang akan meluncurkan reksa dana pendapatan tetap berdenominasi dolar AS (USD) dengan eksposur saham AS bernama STAR Fixed Income Neo AI Dollar.

CEO and Co-founder Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, menegaskan bahwa inovasi tersebut sejalan dengan misi Bareksa dalam menghadirkan investasi cerdas bagi seluruh nasabah, baik institusional maupun ritel.

“Kami berkomitmen menyediakan produk investasi inovatif yang membantu nasabah mencapai target finansialnya,” ujar Karaniya dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 20 November 2025.

Baca juga: Gandeng Bareksa, Eastspring Indonesia Luncurkan Reksa Dana Syariah Baru

Karaniya menjelaskan bahwa kombinasi strategi dalam produk ini menghadirkan tingkat kompleksitas tinggi. Karena itu, peran teknologi AI dari Bareksa yang bersinergi dengan Quantit menjadi krusial dalam membantu manajer investasi melakukan analisis dan pengambilan keputusan secara lebih cepat dan presisi.

Kinerja Backtesting dan Perbandingan Pasar

Hasil backtesting selama 10 tahun menunjukkan bahwa reksa dana pendapatan tetap berdenominasi USD ini mencatat rata-rata imbal hasil sekitar 5,7-8,5 persen per tahun. Meski demikian, hasil backtesting bukan merupakan jaminan kinerja pada masa mendatang.

Adapun imbal hasil itu terbilang menarik mengingat rata-rata pengembalian (return) reksa dana USD pendapatan tetap di Indonesia dalam setahun terakhir berada di level 4,48 persen per 18 November. Sementara itu, deposito USD periode satu tahun hanya menawarkan bunga 2 persen (suku bunga LPS)

Baca juga: Nasabah Bareksa Kini Bisa Transaksi Investasi Lewat Fitur Direct Debit Danamon

Tingginya ketertarikan investor ritel terhadap aset global turut melatarbelakangi peluncuran STAR Fixed Income Neo AI Dollar.

Reksadana ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan investor ritel yang ingin berinvestasi pada saham AS, tetapi tetap menginginkan kinerja yang lebih stabil dan minim fluktuasi

Manajer Investasi Tetap Pegang Kendali

Karaniya menegaskan, meskipun AI memainkan peran kunci dalam analisis, keputusan investasi dalam pengelolaan portofolio tetap berada di tangan manajer investasi, yakni STAR AM.

“Ke depan, Bareksa akan terus memperluas ekosistem AI-driven investing, baik dalam dolar maupun rupiah, demi menghadirkan investasi cerdas bagi seluruh investor Indonesia,” tutupnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

40 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

2 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

3 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

3 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

4 hours ago