News Update

Bappenas Sisihkan Rp7Miliar untuk Kaji Pemindahan Ibu Kota

Jakarta–Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas serius untuk terus mengkaji kebijakan pemindahan Ibu Kota negara Republik Indonesia ke pulau Kalimantan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, sudah melayangkan surat kepada Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan untuk usulan anggaran dalam kajian pemindahan Ibu Kota.

“Kita sudah kirim surat, direspons atau belum ya nanti saja kita lihat. Pokoknya kajian tetap jalan, akan lebih baik kalau ada tambahan anggaran,” kata Bambang ditemui di Kompleks DPR-RI, Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017.

Baca juga: Proses Pemindahan Ibu Kota Memerlukan Waktu 4-5 Tahun

Tak tanggung-tanggung, dalam menggodok program kajian tersebut pihaknya telah mengajukan penambahan anggaran kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebesar Rp7 miliar.

“Kajian utama kami Rp7 miliar untuk memastikan kajiannya komprehensif sehingga bisa mendukung pembiayaan yang matang,” kata Bambang.

Seperti diketetahui, sebelumnya Bappenas sendiri telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp26 miliar pada pagu belanja dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017. Dari angka tersebut Bambang mengalokasikan anggaran Rp7 miliar di antaranya untuk membuat kajian komprehensif mengenai pemindahan ibu kota.

Dirinya pun yakin kebijakan tersebut akan terus dikaji walau isu perombakan kabinet (reshuffle) sedang santer terdengar di masyarakat. “Kajian ya tetap jalan, ini studi kok. Studi itu kan diperlukan oleh pengambil keputusan nantinya. Jadi enggak berpengaruh (isu reshuffle), ” tutup Bambang. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

8 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

10 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

10 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

10 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

10 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

11 hours ago