Internasional

Banyak Tokoh Internasional Jadi Pengurus Danantara, Rosan Beberkan Alasannya

Jakarta – Struktur lengkap pengurus Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah resmi diumumkan. Bukan hanya dari dalam negeri, namun juga terdapat sejumlah nama orang asing dalam kepengurusan badan pengelola investasi strategis ini yang dinilai expert di bidangnya.

Adapun sejumlah orang asing yang masuk menjadi dewan penasihat Danantara di antaranya, Ray Dalio sebagai pendiri Bridgewater Associate hedge fund terbesar di dunia, yang mengelola USD124 miliar atau sekitar Rp1.984 triliun. Bridgewater Associate telah berdiri lebih dari 50 tahun.

Kemudian, ekonom dan akademisi global Jeffrey Sachs, Equity Portfolio Manager Capital Group F Chapman Taylor, serta mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.

Baca juga: Rosan Umumkan Pengurus Danantara, Ini Daftar Lengkapnya

CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa nama-nama tersebut tidak akan merisikokan dirinya untuk masuk ke Danantara. Artinya mereka sudah mempertimbangkan dan meyakini bahwa Danantara merupakan suatu sovereign wealth fund  yang dibentuk untuk tujuan yang baik.

“Mereka berbicara kepada kami baik secara strukturnya, filosofi, risk dan compliance-nya mereka ingin tahu. Mereka tidak serta merta pada saat kita tanya mereka bilang mau (gabung Danantara). Prosesnya cukup dalam karena mereka perlu dapat clearance dari tempat mereka bekerja bahkan dari negaranya karena ini adalah state fund,” ujar Rosan dalam Konferensi Pers, Senin, 24 Maret 2025.

Pada kesempatan yang sama, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir menyebutkan bahwa pertimbangan untuk memasukan mereka ke struktur karena Danantara perlu mewaspadai risiko makroekonomi dan geopolitik semakin besar, sehingga dibutuhkan tokoh-tokoh internasional sebagai penasihat.

Baca juga: Rosan Tegaskan Sumber Dana Danantara dari Dividen BUMN

“Karena kita tahu bahwa makro risk semakin besar, geopolitical risk semakin besar, maka we need these advisors to give us masukan-masukan tersebut,” ucap Pandu.

Pandu memastikan bahwa sejumlah tokoh yang masuk di dalam Danantara merupakan orang yang profesional di bidangnya dan tidak ada nama-nama titipan.

All professional, tidak ada titipan-titipan, semua adalah yang terbaik di bidangnya dan global,” ungkapnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

39 mins ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

1 hour ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

1 hour ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

2 hours ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

3 hours ago