Ilustrasi bank (foto: ist)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja perbankan pada 2026 akan lebih baik. Optimisme tersebut didorong oleh banyaknya bank yang melakukan perombakan manajemen pada penghujung tahun lalu.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut perombakan manajemen terjadi di berbagai kelompok bank, mulai dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga bank swasta. Perubahan tersebut diyakini membawa target kinerja yang lebih positif.
“Banyak sekali (bank) yang melakukan perubahan manajemen sehingga itu sudah hampir settle seluruhnya sekarang, sehingga memang saya kira dengan manajemen yang baru tersebut tentu ini akan punya target-target yang akan lebih baik, lebih optimis di ke depannya,” ujar Dian dalam Konferensi Pers RDK, dikutip, Senin, 12 januari 2026.
Baca juga: OJK Catat 24 Pindar Punya Kredit Macet (TWP90) di Atas 5 Persen
Dian juga menyoroti bahwa kondisi perekonomian makro dan mikro menunjukan perbaikan, serta adanya kerja sama yang baik antara sektor fiskal, moneter, maupun sistem keuangan.
Dian menyebut, kinerja perbankan yang baik ke depannya akan tecermin dari pertumbuhan kredit dan penghimpunan Dana Pihak ketiga (DPK) yang tetap solid.
“Untuk tahun 2026, kinerja perbankan diproyeksikan tetap solid dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang tetap stabil, ditopang oleh kualitas kredit yang terjaga dan permodalan yang kuat,” tambahnya.
Tercatat, per November 2025 kredit perbankan tumbuh 7,74 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau menjadi Rp8.315 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 7,36 persen yoy.
Baca juga: Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!
Dari sisi DPK, Dian juga meyakini pertumbuhannya akan mencapai double digit. Hingga November 2025 tercatat tumbuh sebesar 12,03 persen yoy menjadi Rp9.899 triliun, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh sebesar 11,48 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh… Read More
Oleh Krisna Wijaya, bankir senior dan fakulti di Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) PERCEPATAN digitalisasi… Read More
Poin Penting Menkop menggandeng lintas K/L untuk mempercepat pembangunan gerai fisik Kopdes Merah Putih sesuai… Read More
Poin Penting Perdagangan internasional menghadapi tantangan besar, seperti volatilitas geopolitik, perubahan rantai pasok, dan munculnya… Read More
Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More