Perbankan

Banyak Bank Rombak Manajemen, OJK Optimistis Kinerja Perbankan 2026 Lebih Baik

Poin Penting

  • OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank.
  • Pertumbuhan kredit dan DPK diproyeksikan tetap solid, ditopang kualitas aset dan permodalan yang kuat.
  • Hingga November 2025, kredit tumbuh 7,74% dan DPK 12,03% (yoy), menunjukkan fundamental perbankan terjaga.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja perbankan pada 2026 akan lebih baik. Optimisme tersebut didorong oleh banyaknya bank yang melakukan perombakan manajemen pada penghujung tahun lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut perombakan manajemen terjadi di berbagai kelompok bank, mulai dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga bank swasta. Perubahan tersebut diyakini membawa target kinerja yang lebih positif.

“Banyak sekali (bank) yang melakukan perubahan manajemen sehingga itu sudah hampir settle seluruhnya sekarang, sehingga memang saya kira dengan manajemen yang baru tersebut tentu ini akan punya target-target yang akan lebih baik, lebih optimis di ke depannya,” ujar Dian dalam Konferensi Pers RDK, dikutip, Senin, 12 januari 2026.

Baca juga: OJK Catat 24 Pindar Punya Kredit Macet (TWP90) di Atas 5 Persen

Dian juga menyoroti bahwa kondisi perekonomian makro dan mikro menunjukan perbaikan, serta adanya kerja sama yang baik antara sektor fiskal, moneter, maupun sistem keuangan.

Dian menyebut, kinerja perbankan yang baik ke depannya akan tecermin dari pertumbuhan kredit dan penghimpunan Dana Pihak ketiga (DPK) yang tetap solid.

“Untuk tahun 2026, kinerja perbankan diproyeksikan tetap solid dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang tetap stabil, ditopang oleh kualitas kredit yang terjaga dan permodalan yang kuat,” tambahnya.

Tercatat, per November 2025 kredit perbankan tumbuh 7,74 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau menjadi Rp8.315 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 7,36 persen yoy.

Baca juga: Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!

Dari sisi DPK, Dian juga meyakini pertumbuhannya akan mencapai double digit. Hingga November 2025 tercatat tumbuh sebesar 12,03 persen yoy menjadi Rp9.899 triliun, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh sebesar 11,48 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

3 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

3 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

5 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

15 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

15 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

18 hours ago