News Update

Bantu Wujudkan Cita-cita Pelajar, Danacita Luncurkan Cicilan Kuliah Luar Negeri

Poin Penting

  • Danacita luncurkan cicilan kuliah luar negeri mencakup biaya kuliah, visa, asuransi, dan tempat tinggal di lebih dari 100 negara.
  • Proses pengajuan cepat tanpa DP atau jaminan, persetujuan maksimal 7 hari kerja dengan tenor hingga 24 bulan.
  • Gandeng konsultan pendidikan internasional seperti USG Education, AECC, IDP, dan Expert Education untuk dukung akses pendidikan global.

Jakarta – PT Inclusive Finance Group (Danacita), perusahaan fintech lending yang bergerak di bidang pembiayaan pendidikan, menyediakan layanan pendanaan yang mencakup seluruh kebutuhan biaya pendidikan ke luar negeri.

Mengusung tagline “#JadiBeraniMimpi Kuliah ke Luar Negeri”, Danacita menyediakan cicilan untuk biaya kuliah dari universitas pilihan di 100 negara, visa dan asuransi kesehatan, dan tempat tinggal mahasiswa.

Menurut Alfonsus Wibowo, Direktur Utama Danacita, pendidikan tidak seharusnya dibatasi oleh faktor biaya maupun lokasi. Untuk itu, Danacita memastikan setiap pelajar Indonesia memiliki akses untuk meraih mimpi pendidikannya, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kehadiran layanan cicilan kuliah ke luar negeri ini adalah bentuk komitmen Danacita dalam mendukung lahirnya generasi global yang siap bersaing,” ujar Alfonsus, dikutip pada Jumat, 13 Oktober 2025.

Baca juga: Danacita Siap Bersinergi Atasi Masalah Pendidikan Indonesia

Alfonsus melanjutkan, proses pengajuannya mudah dan cepat tanpa persyaratan jaminan atau uang muka (DP). Persetujuannya sendiri bisa diselesaikan dalam waktu maksimal 7 hari kerja, serta opsi cicilan hingga 24 bulan untuk memberi fleksibilitas arus kas keluarga.

Untuk memastikan layanan berjalan komprehensif, Danacita bermitra dengan konsultan pendidikan internasional ternama. Mereka adalah USG Education, AECC, IDP Education, dan Expert Education.

COO USG Education, Ariyani Mawardi melihat bahwa semakin banyak siswa Indonesia yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong agar semakin banyak generasi penerus yang berani bermimpi kuliah di luar negeri.

“Kemitraan dengan Danacita membuka peluang baru agar mereka dapat mewujudkan mimpi tersebut. Melalui solusi cicilan fleksibel, generasi muda kini bisa mengakses pendidikan global dengan lebih mudah dan terencana,” tegasnya.

Baca juga: Jadi Polemik, Danacita Buka-Bukaan Skema Pembayaran Uang Kuliah di ITB

Untuk diketahui, minat mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namun, tidak sedikit yang menghadapi kendala besar dalam pembiayaan.

Berdasarkan data Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), jumlah pendaftar beasiswa pada 2023 mencapai 33.398 orang, dengan hanya 9.358 orang yang berhasil mendapatkan beasiswa. Angka ini melonjak signifikan pada 2024 dengan 52.842 pendaftar, namun hanya 8.592 orang yang dinyatakan sebagai penerima.

Dengan dukungan penuh dari mitra konsultan pendidikan serta dikombinasikan dengan layanan keuangan yang terjangkau, Danacita percaya bahwa akan semakin banyak generasi muda Indonesia yang dapat menembus batas, mengenyam pendidikan global. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

14 mins ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

6 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

6 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

6 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

6 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

6 hours ago