Jakarta – Bank KEB Hana memberikan bantuan untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. KEB Hana Bank Korea memberikan donasi ₩100 juta atau senilai Rp 1,29 miliar yang disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).
Direktur Keuangan Bank KEB Hana Park Jong Jin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 15 November 2018 mengatakan, Bank KEB Hana memiliki tanggung jawab moral untuk membantu proses pemulihan pasca bencana yang menimpa sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala.
“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap bencana yang terjadi di Indonesia. Untuk itu, Bank KEB Hana menggandeng PMI untuk menjalankan misi kemanusiaan di Palu dan Donggala. Kami yakin donasi ini akan dikelola oleh PMI dengan terencana dan tepat sasaran” ujarnya.
Sementara itu di tempat yang sama Wakil Ketua Umum PMI Ginandjar Kartasasmita menambahkan, pihaknya mengapresiasi Bank KEB Hana yang telah menunjukkan kepedulian secara nyata terhadap korban bencana alam di Palu dan Donggala.
“Donasi ini sepenuhnya akan digunakan sesuai dengan kebutuhan para korban dan pengungsi di Palu dan Donggala. Sebagai lembaga kemanusiaan, kami bertugas untuk mengelola dana bantuan untuk digunakan sebagai dana operasional layanan kemanusiaan bagi korban-korban bencana alam,” jelas Ginandjar.
Sebelumnya, Bank KEB Hana juga memberikan bantuan kepada para korban bencana di Palu dan Donggala berupa donasi senilai Rp249 juta serta sumbangan barang kebutuhan sehari-hari yang diserahkan melalui Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar dan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin.
Selain itu, Bank KEB Hana turut mengerahkan karyawan kantor pusat serta karyawan kantor cabang Makassar untuk membantu para pengungsi yang berada di lokasi evakuasi di Lanud Sultan Hasanuddin.
“Bank KEB Hana turut berduka cita atas bencana yang terjadi di Palu dan Donggala. Semoga donasi ini dapat membantu meringankan beban para pengungsi korban bencana untuk segera pulih dan bangkit kembali menata masa depan yang lebih baik,” tutup Park Jong Jin. (*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More