Market Update

Bantah Terkait Dugaan Kasus Pidana Pasar Modal, Berikut Klarifikasi Lengkap BUVA

Poin Penting

  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam dugaan kasus pidana pasar modal yang menyeret ESO, EL, dan MPAM.
  • Sejak Juni 2023, setelah PT Nusantara Utama Investama menjadi pengendali baru dan terjadi perubahan manajemen, BUVA menegaskan tidak memiliki hubungan dalam bentuk apa pun dengan para tersangka.
  • BUVA memastikan operasional berjalan sesuai regulasi dan prinsip GCG, serta berkomitmen menyampaikan informasi secara akurat dan tepat waktu kepada pemegang saham dan investor.

Jakarta – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyampaikan bantahan keterkaitan atau keterlibatan dalam dugaan kasus pidana pasar modal. BUVA menyangkal keterlibatan langsung maupun tidak langsung dengan kasus goreng saham yang sedang diusut Bareskrim Polri.

Saat ini, Bareskrim sudah menetapkan status tersangka dugaan pidana pasar modal, atas nama Edy Suwarno (ESO), Eveline Listijosuputro (EL) dan Direktur Utama PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM).

Dalam keterbukaan informasi, BUVA menyayangkan ada pemberitaan yang beredar yang mengaitkan perseroan dengan beberapa tersangka kasus dugaan pidana pasar modal.

Perseroan juga menyampaikan klariikasi terkait seluruh pemberitaan yang mengaitkan BUVA dengan penetapan tersangka adalah tidak benar, menyesatkan, dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

“Perseroan tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ESO, EL dan MPAM,” jelas Corporate Secretary PT Bukit Uluwatu Villa Tbk dalam siaran pers, Jumat, 6 Februari 2026.

Baca juga: MINA Bantah Terlibat Kasus Dugaan Saham Gorengan

Oleh sebab itu, untuk menjamin keterbukaan, keakuratan, dan kebenaran informasi bagi para pemegang saham, investor, dan masyarakat luas, BUVA menyampaikan beberapa informasi.

Pertama, terhitung sejak Juni 2023, PT Nusantara Utama Investama menjadi pengendali baru atas BUVA. Sejalan dengan pergantian pengendali tersebut, perseroan juga telah melakukan perubahan dalam susunan dewan komisaris dan direksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sejak terjadinya perubahan pemegang saham pengendali, Perseroan tidak memiliki hubungan dalam bentuk apapun dengan ESO, EL maupun MPAM,” tegas manajemen BUVA.

Selanjutnya, dalam menjalankan operasional perusahaan, BUVA melalui jajaran manajemen senantiasa mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengedepankan prinsip good corporate governance (GCG).

Baca juga: Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan Saham Gorengan

BUVA juga menegaskan komitmen untuk selalu menyampaikan keterbukaan informasi secara akurat dan tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab kepada para pemegang saham, investor, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Perseroan akan terus melakukan penjajakan secara cermat dan terukur atas peluang investasi yang akan dilakukan untuk mendukung proyek-proyek strategis di masa depan, dengan tujuan untuk menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” lanjutnya.

Di luar itu BUVA juga menghimbau semua pihak untuk lebih cermat dan berhati-hati terhadap informasi yang beredar yang tidak akurat atau tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Moody’s Turunkan Outlook Indonesia, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More

2 hours ago

Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Celios: Dari Mana Sumber Pertumbuhannya?

Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More

3 hours ago

Purbaya Lantik 43 Pejabat Pajak dan DJA, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More

5 hours ago

Laba BCA Digital Melonjak 98 Persen Jadi Rp213,4 Miliar di 2025

Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More

5 hours ago

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

6 hours ago

Premi ACA 2025 Tumbuh 17 Persen di Tengah Perlambatan Industri

Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More

8 hours ago