Jakarta – Selain merombak jajaran direksi, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) juga mengocok jajaran komisaris. Bankir senior Krisna Wijaya dipercaya sebagai komisaris utama.
“Ya, tapi belum diumumkan,” ujar sumber Infobanknews di internal Jamkrindo, Kamis, 27 Oktober 2022.
Ketika dihubungi, Krisna Wijaya tidak membantah tapi juga tidak mengiyakan. “Terima kasih,” jawab Krisna Wijaya ketika dikirim ucapan selamat oleh Infobank.
Krisna Wijaya telah lama terjun di industri keuangan antara lain sebagai Direktur Operasional BRI (2000-2003) dan Direktur Bisnis Mikro dan Ritel BRI (2003-2005).
Pada periode 2005-2007, Krisna dipercaya sebagai Kepala Eksekutif (CEO) Lembaga Penjamin Simpanan/LPS (2005-2007). Dia juga pernah menduduki posisi sebagai Komisaris PT Bank Danamon Indonesia Tbk (2008-2010), Komisaris Independen PT Bank Mandiri Tbk (2010-2015), Komisaris Utama BNI Life Insurance, dan Komisaris Utama Danareksa.
Di pemerintahan, Krisna Wijaya pernah menduduki posisi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Republik Indonesia (2003-2004) dan anggota Tim Pengarah Forum Stabilitas Sistem Keuangan, Departemen Keuangan RI (2007).
Selain di industri keuangan, Krisna Wijaya juga pernah menempati posisi sebagai Komisaris Independen PT Mahaka Radio Integra, Tbk.
Sebelumnya diberitakan, Jamkrindo telah resmi merombak susunan direksi perusahaan. Perubahan terjadi di empat posisi direksi mulai dari direktur utama hingga direktur kelembagaan dan layanan.
Berdasarkan informasi yang diterima Infobanknews, para anggota direksi yang ditunjuk baru dapat melaksanakan tugasnya sebagai anggota direksi setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Berdasarkan keputusan tersebut, para anggota direksi yang diangkat dapat melaksanakan tugasnya sebagai anggota Direksi setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tulis salinan informasi yang diterima Infobanknews.
Adapun susunan anggota direksi terbaru Jamkrindo sebagai berikut:
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More