“Risiko-risiko sistemik maupun individual dari lembaga jasa keuangan juga bisa dikurangi. Kedua adalah pendalaman sektor keuangan sangat mendesak, khususnya untuk pendanaan proyek infrastruktur jangka panjang. Maka perlu ada terobosan dan insentif di bidang ini,” ucap Tiko.
Baca juga: Ini Harapan KSSK ke DK Baru OJK
Selain itu, kata dia, DK OJK yang baru diharapkan juga dapat melanjutkan program inklusi keuangan yang telah dijalankan selama ini. Di sisi lain, OJK juga bisa meningkatkan koordinasinya dengan Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi produk yang mendukung sistem pembayaran.
Saat ini Anggota DK OJK periode 2017-202 dipimpin oleh Wimboh Santoso yang menjabat sebagai Ketua DK merangkap anggota. Dirinya didampingi oleh enam orang Anggota DK OJK lainnya yakni, Riswinandi, Heru Kristiyana, Nurhaida, Hoesen, Ahmad Hidayat, dan Tirta Segara. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More
Poin Penting PLN menjamin pasokan listrik tetap andal selama kebijakan WFH di tengah meningkatnya aktivitas… Read More