News Update

Bankir BUMN: Kami Optimis Karena Ada Pengalaman dan Stimulus Pemerintah

Jakarta – Sunarso yang menjabat Ketua Umum Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) optimis terhadap perkembangan kinerja perbankan dan perekonomian pada semester dua 2021 meskipun tetap memperkuat pencadangan sebagai kuda-kuda untuk mengantisipasi kemungkinan pemburukan ke depan.

“Krisis itu sudah sering kita hadapi, sehingga membuat risk manegement kita lebih sigap, dari segi kebijakan regulator juga kelihatan bagaimana cara kita merespon challenges itu lebih bagus,” ujar Sunarso yang juga Direktur Utama BRI pada acara Gathering Himbara dengan Pemimpin Redaksi, Kamis 2 September 2021.

Per Juni, Himbara mencatat pertumbuhan DPK sebesar 8,7%, kredit kredit naik 5,4%, dan laba meningkat 18,4%. “Itu adalah hasil dari kebijakan, strategi, dan action plan yang tepat dari para direksi Himbara,” imbuh Sunarso.

Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri menambahkan, dengan posisi keuangan dicapai, Himbara siap mendukung permintaan kredit, terutama di sektor-sektor yang sudah mulai pulih.

“Terkait dengan prudential banking, coverage cadangan yang dimiliki Himbara sebetulnya tidak terlalu tinggi, dan memang itu dibutuhkan secara foward looking agar apa yang kita rencanakan ke depan kita bisa manage dengan baik,” jelas Darmawan menjawab pertanyaan Infobanknews.

Hal tersebut juga dikatakan Royke Tumilaar, Direktur Utama Bank BNI. “Supaya bank ini sustain mau ga mau kita harus memiliki pencadangan yang memadai. Dan kalau kita menerapkan aturan PSAK 71 secara penuh kita sebetulnya belum cukup untuk memenuhi itu,” tambah Royke.

Himbara juga menyambut gembira perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit yang diputuskan OJK. “Terima kasih sudah diberi kesempatan perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit sehingga ini menyelamatkan ATMR bank, begitu juga stimulus pemerintah yang menggerakan ekonomi dan memberikan bisnis bagi bank,” kata Haru Koesmahargyo, Direktur Utama BTN. (*) KM)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

3 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

4 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

4 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

4 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

4 hours ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

5 hours ago