Jakarta–PT ASABRI (Persero) dan PT Bank Woori Saudara (BWS) merealisasikan kerjasama pembayaran asuransi berbasis teknologi informasi yang dinamakan program Aplikasi Santunan (APSAN).
Aplikasi tersebut akan memberikan kemudahan pelayanan dan rekonsiliasi pembayaran manfaat asuransi secara tepat waktu pada peserta ASABRI di seluruh Indonesia.
“Aplikasi santunan itu nantinya akan dikembangkan pada bank-bank lain,” kata Direktur Utama ASABRI Adam R Damiri di Jakarta, Senin 28 Desember 2015. Adam mengatakan aplikasi tersebut nantinya akan diterapkan di sepuluh bank yang bekerjasama dengan ASABRI dan PT Pos Indonesia.
Namun untuk pembayaran manfaat asuransi saat ini baru satu Bank BUMN yang telah bekerjasama ASABRI. Bank Woori-Saudara merupakan bank swasta terbuka pertama yang bekerjasama dengan ASABRI.
Program manfaat asuransi yang dapat dilayani BWS adalah manfaat santunan asuransi, santunan nilai tunai asuransi, santunan risiko kematian, santunan biaya pemakaman, santunan risiko kematian khusus, santunan cacat karena dinas, santunan cacat bukan karena dinas, santunan biaya pemakaman istri/suami, dan santunan biaya pemakaman anak. Serta memberikan pelayanan bagi peserta ASABRI pensiunan apabila meninggal dunia, SBP dapat diajukan oleh ahli waris langsung ke Bank Woori-Saudara. Setiap tahunnya ASABRI melakukan pembayaran manfaat asuransi pada peserta ASABRI sebanyak 42.000 peserta.(*) Ria Martati
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More