Jakarta–Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Victoria Internasional Tbk (BVIC) menyepakati untuk tidak membagikan dividen di tahun buku 2015. Pasalnya seluruh laba bersih tahun lalu rencananya akan digunakan sebagai dana cadangan dan laba ditahan.
“Tahun ini BVIC tidak membagikan dividen,” kata Direktur Utama BVIC, Daniel Budirahayu di Jakarta, Jumat, 24 Juni 2016.
Daniel mengatakan, dari total laba bersih tahun 2015 sebesar Rp94,075 miliar, sebagian besarnya atau Rp69,075 miliar rencananya akan diperuntukan sebagai laba ditahan. Sementara sisanya Rp25 miliar untuk pembentukan dana cadangan dalam memenuhi pasal 70 UU nomor 40 tahun 2007 tentang perusahaan terbatas.
Ia menjelaskan, dengan kenaikan NPL dan memperkuat permodalan serta pertumbuhan bisnis tahun 2016 maka pihaknya meminta pemegang saham untuk menyetujui tidak ada pembagian dividen. “Dan RUPST menyetujuinya,” Ujar dia
Selain itu RUPST itu juga memutuskan untuk mengangkat kembali pengurus perseroan dan mengangkat Rita Gosal Sebagai Direktur serta efektif setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan OJK
Sehingga susunan pengurus:
Direktur Utama : Daniel Budirahayu
Wakil Dirut : Rusli
Direktur : Gregorius Andrew Andryanto Haswin
Direktur : Ramon Marlon Runtu
Direktur : Tamuan
Direktur :Rita Gilsa
Komisaris Utama : Oliver Simorangkir
Komisaris Independen : Gunawan Tenggarahardja
Komisaris Independen : Zaenal Abidin
Komisaris : Suzanna Tanojo. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More