Sebagaimana diketahui, penyaluran kredit hingga Semester I-2016 sebesar Rp60 triliun, sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp64 triliun. Sehingga, hingga akhir kuartal kedua tahun ini tingkat LDR UOB Indonesia mencapai 95,17%.
Sementara itu, total liabilitas perseroan sampai dengan Semester pertama tahun ini mencapai Rp76,67 triliun atau meningkat dari posisi di akhir 2015 yang sebesar Rp76,38 triliun. Sedangkan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) UOB Indonesia hingga Juni 2016 sebesar 16,87%.
Lebih lanjut dia meyakini, penerbitan obligasi berkelanjutan kali ini bisa memperbesar sumber pendanaan UOB Indonesia. Obligasi Berkelanjutan Tahap I-2016 yang terbagi menjadi tiga seri itu memiliki kupon berkisar 6,75-8,5%.
(Baca juga : Bank UOB Incar Masuk BUKU IV )
Sedangkan, Obligasi subordinasi Berkelanjutan I-2016 UOB Indonesia dengan nilai pokok Rp100 miliar menawarkan tingkat bunga sekitar 9,25-10%. Periode book building atas obligasi dilakukan pada 19 Oktober sampai 2 November 2016 dengan perkiraan tanggal efektif pada 15 November 2016. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Bank Dunia pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 menjadi 4,7% dari 4,8% akibat ketidakpastian… Read More
Poin Penting Bank Banten membidik aset tumbuh ~20 persen menjadi Rp12 triliun dan laba bersih… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group INDUSTRI jasa keuangan Indonesia dewasa ini… Read More
Poin Penting PT BSA Logistics Indonesia Tbk resmi IPO di Bursa Efek Indonesia, saham melonjak… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,61 persen ke level 7.351,99 pada awal perdagangan, melanjutkan tren… Read More
Poin Penting Rupiah menguat tipis ke Rp17.083 per dolar AS di awal perdagangan, didorong pelemahan… Read More