Jakarta – Bank Syariah Nasional (BSN) hasil spin off unit usaha syariah Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Victoria Syariah ditargetkan bisa beroperasi penuh sebelum 2026.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa proses aksi korporasi ini sudah berjalan sesuai rencana.
“Minggu lalu anak usaha syariah BTN telah merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Syariah Nasional, sebelumnya bernama Bank Victoria Syariah,” ungkap Nixon dalam acara Public Expose secara virtual, Rabu (10/9).
Baca juga: Melirik Prospek Bank Syariah Nasional
Ia menambahkan, jajaran komisaris dan direksi Bank Syariah Nasional telah ditunjuk dan tengah menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui mekanisme fit and proper test.
“Di akhir Oktober atau awal November, BTN dan BSN merencanakan RUPSLB dengan agenda persetujuan resmi pemisahan bisnis syariah. Dengan begitu, BSN akan beroperasi penuh sebelum awal 2026,” jelasnya.
Adapun, unit usaha syariah BTN mencatat pertumbuhan lebih agresif dibanding induknya. Aset naik 18 persen yoy menjadi Rp66 triliun, menempatkannya sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia. Nixon optimistis aset akan menembus Rp70 triliun pada akhir tahun.
Dari sisi pembiayaan, portofolio syariah tumbuh 17 persen yoy menjadi Rp48 triliun. DPK syariah juga melesat 19,8 persen yoy menjadi Rp55 triliun, dengan dominasi dana murah (CASA) hingga 58,9 persen. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp401 miliar atau tumbuh 8,3 persen yoy, dengan gross NPL di bawah 3 persen.
Baca juga: DPK Tumbuh di Atas Industri, BTN Mampu Jaga Biaya Dana pada Semester I 2025
Menurut Nixon, lahirnya Bank Syariah Nasional akan memperkuat ekosistem perbankan syariah Indonesia.
“Jadi nanti akan ada satu bank syariah baru yang dimiliki negara. Kehadiran Bank Syarian Nasional akan memperkaya layanan syariah kepada masyarakat Indonesia,” katanya.
Dengan aset yang terus tumbuh dan basis dana murah yang kuat, BSN diproyeksikan menjadi motor baru pengembangan perbankan syariah nasional, khususnya dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan berbasis syariah. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More