Perbankan

Bank Sumut Tunda IPO, Karena Pergantian Dirut?

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) memutuskan menunda proses Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan penundaan tersebut diambil Perseroan bersama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan seluruh profesi penunjang.

Corporate Secretary Bank Sumut Agus Condro Wibowo mengatakan, saat ini perseroan tengah mengatur timeline baru untuk jadwal IPO guna mengoptimalkan penawaran umum perdana saham. “Perseroan tetap berkomitmen untuk melanjutkan proses IPO dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang dan ekspansi bisnis,” ungkap Agus dikutip Selasa 31 Januari 2023.

Sebelumnya, proses IPO Bank Sumut sudah memasuki tahap penawaran awal (book building) yang berlangsung mulai tanggal 5 hingga 18 Januari 2023. Namun, sehari usai kantongi pra efektif menuju Initial Public Offering (IPO) per 3 Januari 2023 lalu, Bank Sumut justru diterpa kabar pemberhentian Rahmat Fadillah Pohan sebagai Direktur Utama.

Keputusan tersebut diresmikan dalam Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Sumut, pada 23 Januari 2023. Dalam rapat tersebut juga diputuskan untuk sementara posisi Rahmat dipegang Direktur Pemasaran Hadi Sucipto sebagai pelaksana tugas.

Sepanjang tahun 2022, Bank Sumut berhasil membukukan kinerja yang mengesankan. Pada akhir Desember 2022, Perseroan mencatatkan modal inti sebesar Rp4,5 triliun.

Bank Sumut juga sukses membukukan laba bersih sekitar Rp706 miliar pada 2022 (belum diaudit), atau tumbuh 15,15% secara tahunan (Year on Year/YoY). Adapun pada 2023, manajemen Bank Sumut memproyeksikan perolehan laba bersih sedikitnya Rp800 miliar.

Sementara itu, kredit yang disalurkan Perseroan tercatat melesat sebesar 10,58% per akhir Desember 2022 dengan total outstanding mencapai Rp27,85 triliun (belum diaudit). Seiring pertumbuhan penyaluran kredit, Bank Sumut berhasil menjaga kualitas kredit. Ini tercermin pada rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL Net belum diaudit) yang berada di level 1,21% atau membaik dari tahun buku 2021 sebesar 1,80%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Sumut selama tahun 2022 mencapai Rp31,9 triliun (belum diaudit). Capaian ini meningkat sekitar 3,01% YoY. Produk tabungan dan giro tercatat mendominasi komposisi dana pihak ketiga hingga 60%. (*) Dicky F

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

3 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

3 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

3 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

3 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

4 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

7 hours ago