Ilustrasi: Kantor Pusat Bank Sumut. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) resmi mengubah status hukum dan nama perseroan menjadi Perusahaan Perseroan Daerah Bank Sumut (Perseroda).
Keputusan strategis tersebut disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (30/12), yang memperoleh persetujuan bulat seluruh pemegang saham.
Perubahan bentuk hukum ini selaras dengan regulasi terbaru BUMD sebagaimana diatur dalam UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan PP No.54 Tahun 2017 tentang BUMD, yang menegaskan status BUMD hanya berupa Perumda atau Perseroda. Dengan demikian, badan usaha Bank Sumut kini berubah dari swasta nasional menjadi perseroan daerah.
Baca juga: Strategi Bank Sumut Genjot Porsi Nasabah
Komisaris Utama Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara menjelaskan, perubahan ini dalam rangka penyesuaian bentuk hukum BUMD berdasarkan regulasi dan persetujuan bersama DPRD Sumut serta Gubernur terkait perubahan nama Bank Sumut.
“Seiring perubahan status korporasi tersebut, anggaran dasar perseroan juga akan disusun ulang agar sepenuhnya comply terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Firsal dikutip laman resmi Pemprov Sumut, 31 Desember 2025.
Sementara Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyambut positif transformasi Bank Sumut ini. Ia menilai momentum peralihan menjadi Perseroda harus dimanfaatkan untuk meningkatkan akselerasi bisnis dan daya saing.
“Kita berharap Bank Sumut bisa lebih berkembang, lebih cepat, dan berdaya saing lewat perubahan ini,” tegas Bobby.
Baca juga: RUPSLB Bank Sumut Tunjuk Heru Mardiansyah Jadi Dirut
Tak hanya perubahan nomenklatur dan status hukum, RUPSLB Bank Sumut juga mengesahkan setoran modal Pemprov Sumut dalam bentuk aset (inbreng).
Selain itu, rapat yang turut dihadiri bupati/wali kota se-Sumatera Utara, Dewan Pengawas, serta jajaran direksi tersebut menetapkan Marah Halim Harahap sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah PT Bank Sumut (Perseroda). (*)
Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More
Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More
Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More
Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More
Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More
Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More