Bank Sumsel Babel Alokasikan 50% Laba Sebagai Dividen
Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumsel Babel menyepakati, pembagian laba sebagai dividen untuk pemegang saham sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2017.
Seperti diketahui, untuk tahun buku 2017, Bank Sumsel Babel berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp293 miliar lebih. Artinya dengan dividen 50%, dana yang dialirkan kepemegang saham mencapai sekitar Rp146 miliar.
“Ini merupakan kesepakatan Bank Sumsel Babel dengan para pemegang saham,” kata Direktur Utama Bank Sumsel Babel, M. Adil.
Menurut Adil, nantinya dividen tersebut akan dibayarkan kepada Pemprov. Sumsel/pemda/pemkot se- Sumsel dan Provinsi Kepulauan Bangka dan Belitung (Babel) kota dan kabupaten di Babel serta Koperasi Cermat yang tercatat sebagai pemegang saham juga.
Baca juga: BNI-Bank Sumsel Babel Kucurkan Kredit Sindikasi Rp 1,5 Triliun
Sekedar informasi, selain berhasil membukukan laba, perusahan juga mencatat kenaikan aset menjadi Rp22,14 triliun atau tumbuh 17,10 persen dibandingkan dengan aset di periode sama tahun sebelumnya.
Sementara dari penyaluran kredit tercatat mencapai Rp13,56 triliun atau tumbuh 7,24 persen dibandingkan perolehan di 2016. Pencapaian itu didukung oleh perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga tercatat tumbuh 20,76 persen mencapai Rp17,17.
“Sedangkan rasio keuangan 2017, NFR (Loan to Funding Ratio)78,97 %, BOPO 79,71%, NPL Net 3,17 %,”jelasnya. (*)
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More