Perbankan

Bank Sulteng Raih Platinum Champion Infobank Award 2025 usai Catat Kinerja Gemilang

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan “Platinum Champion Bank with Consistent Excellent Performance for 10 Consecutive Years (2015–2024)” pada ajang 29th Infobank Award 2025.

Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi Bank Sulteng dalam menjaga kinerja terbaiknya di tengah ketatnya persaingan industri perbankan nasional.

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi Bank Sulteng dalam menjaga performa keuangan selama satu dekade terakhir. Piala kehormatan diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Sulteng, Ramiyati, dari Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto dan Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Baca juga: Ditopang Faktor Ini, Bank Sulteng Kantongi Cuan Rp152,75 M di Paruh Pertama 2025

Sepanjang 2024, Bank Sulteng berhasil mencatatkan kinerja positif. Penyaluran kredit tumbuh 18,60 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp8,38 triliun, melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang hanya berada di level 10,39 persen. Pertumbuhan kredit ini tetap terjaga sehat dengan rasio kredit bermasalah (NPL) hanya sebesar 2,71 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan lonjakan impresif, tumbuh 28,17 persen yoy menjadi Rp9,26 triliun. Pertumbuhan terbesar berasal dari giro yang naik 34,01 persen menjadi Rp2,78 triliun, diikuti simpanan berjangka yang meningkat 32,41 persen menjadi Rp4,32 triliun. Komposisi dana murah (CASA) terhadap total DPK kini mencapai 53,36 persen.

Dari sisi aset, Bank Sulteng membukukan total Rp12,92 triliun atau tumbuh 6,95 persen. Laba bersih akhir 2024 tercatat Rp242,23 miliar, meski sedikit tertekan akibat kenaikan beban operasional sebesar 12,33 persen. Rasio BOPO pun tercatat 73,48 persen, seiring penurunan pendapatan operasional 5,02 persen.

Meski begitu, pendapatan bunga bersih tetap tumbuh 9,54 persen menjadi Rp677,58 miliar. Sementara pendapatan non-operasional melonjak 85,98 persen menjadi Rp2,32 miliar.

Sejumlah indikator keuangan juga terjaga sehat. Seperti return on equity (ROE) di level 17,36 persen, return on asset (ROA) 2,64 persen, serta capital adequacy ration (CAR) yang kokoh di angka 23,11 persen. Net Interest Margin (NIM) berada di posisi stabil 6,43 persen. Sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga pada level sehat 90,52 persen.

Baca juga: Kredit Tumbuh Double Digit, Bank Sulteng Kantongi Laba Rp242,23 Miliar di 2024

Penghargaan Infobank Award ke-29 ini didasarkan pada kajian komprehensif Biro Riset Infobank menggunakan 12 rasio keuangan yang mencakup manajemen risiko, GCG, permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, hingga efisiensi.

Menurut Eko B. Supriyanto, penghargaan ini adalah bentuk apresiasi bagi bank-bank nasional yang berhasil mencatatkan performa terbaiknya sepanjang 2024.

Bank Sulteng menjadi salah satu yang layak diganjar penghargaan berkat ketangguhannya di tengah ketatnya likuiditas, persaingan suku bunga bank digital, dan gejolak global yang menekan daya beli masyarakat. (*) Ranu Arasyki Lubis

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

23 mins ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

58 mins ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

2 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

2 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

2 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

2 hours ago