News Update

Bank Sulselbar Terbitkan Obligasi Dengan Kupon 9,35%

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar), akan menerbitkan surat utang (obligasi) melalui Penawaran Umum Berkelanjutan I Bank Sulselbar dengan target dana Rp 950 miliar.

Dalam penerbitan obligasi ini perseroan akan menerbitkan dalam beberapa tahap. Pada Obligasi Berkelanjutan I Bank Sulselbar tahap I Tahun 2016 perseroan mengincar dana sebesar Rp500 miliar. Selain itu Perseroan juga melakukan Penawaran Umum Sukuk Mudharabah II Bank Sulselbar tahun 2016 senilai Rp50 miliar.

Direktur Utama Bank Sulselbar, Muhammad Rahmat mengatakan, obligasi dan sukuk mudharabah ini berjangka waktu lima tahun dengan tingkat kupon masing-masing 9,35% per tahun. “Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dwngan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi,” ujarnya, di Jakarta, Jumat, 17 Juni 2016.

Menurutnya, dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi ini setelah dikurangi biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan perseroan untuk modal lerja dalam rangka pengembangan usaha. Sedangkan dana yang diperoleh dari penawaran sukuk mudharabah seluruhnya akan dipergunakan perseroan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha di bidang syariah perseroan.

Obligasi dan sukuk mudharabah ini mendapatkan peringkat IdA+ (single A Plus) dan IdA+ (sy) (single A plus syariah) dari Peringkat Efek Indonesia (Pefindo). Di mana Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana efek.

Hingga Desember 2015, nilai pendanaan dari pihak ketiga (dpk) perseroan mencapai sebesar Rp7,61 miliar dengan pendanaan terbesar dari giro sebesar Rp3,42 miliar. Dimana, kredit yang diberikan dan pembiayaan sebesar Rp8,9 triliun yang berasal dari kredit umum lainnya.  Sementara, pendapatan bunga bersih sebesar Rp1,17 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp1,02 miliar. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BI: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen di Februari 2026

Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More

3 mins ago

‘One Way’ Mudik 2026 Berlaku 18 Maret, Korlantas Terapkan Skema Nasional

Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More

16 mins ago

BI Revisi Ke Bawah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia jadi 3,1 Persen di 2026

Poin Penting Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya… Read More

22 mins ago

Imbas Perang Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Poin Penting Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75 persen pada Maret 2026, dengan suku… Read More

33 mins ago

Bank Asing, Delisting, dan Rencana “Jahat” jadi Perusahaan Tertutup

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi InfoBank Media Group ASING, Aseng dan Asep. Bank milik… Read More

43 mins ago

Antisipasi Mudik Lebaran 2026, ESDM Jamin Stok BBM Aman hingga 28 Hari

Poin Penting ESDM memastikan stok BBM nasional aman dengan ketahanan mencapai 27–28 hari, di atas… Read More

49 mins ago