Riau – Bank Riau Kepri siap memproses pemisahan (spin off) unit usaha syariah (UUS) menjadi bank umum syariah (BUS). Nama yang disepakati oleh para pemegang saham adalah Bank Kepri Riau Syariah.
Pengesahan proses spin off tersebut diumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2017 dan RUPS Luar Biasa 2018, di Gedung Dang Merdu, Bank Riau Kepri, Pekanbaru, Riau, Jumat, 9 Februari 2018.
Hadir pada acara tersebut para pemegang saham antara lain Wagub Riau H. Wan Thamrin Hasyim, Sekda Kepri H. TS Arif Fadila, dan 19 bupati/walikota dari dua pemprov.
Pemegang saham menilai, potensi bisnis syariah, khususnya di Kepri, sangat besar jika dilihat dari aspek budaya dan sejarah. Kerajaan Melayu di Riau dan Kepri merupakan kerajaan yang identik dengan nilai-nilai keislaman.
Menurut Direktur Utama Bank Riau Kepri, Dr. H. Irvandi Gustari, banknya bisa menjadi role model bagi pemprov lain yang melakukan pemekaran wilayah.
“Sehingga tidak perlu membentuk BPD baru,” ujar Irvandi Gustari kepada Infobank, Minggu, 11 Februari 2018.
Riau dan Kepri, kata Irvandi, pada dasarnya tidak mau dipisahkan. Secara administratif dipisahkan tapi secara tatanan sosial, budaya, dan kolaborasi bisnis tetap satu rumpun yang tak terpisahkan.
“Inilah yang menjadi dasar utama ingin didirikannya bank syariah yang dimiliki oleh Provinsi Riau dan Provinsi Kepri,” ungkapnya sambil menambahkan nantinya Bank Kepri Riau Syariah akan berkantor pusat di Tanjung Pinang, Kepri. (Darto Wiryosukarto)
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 7 April 2026 setelah sebelumnya stabil… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka melemah ke Rp17.076 per dolar AS (turun 0,24 persen… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi ke rentang 6.745–6.849, meski skenario terbaik berpeluang menguat… Read More