Jakarta–PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau Kepri mulai mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuka kantor cabang di DKI Jakarta. Pasalnya, kantor cabang ini merupakan cabang pertama yang berada di luar provinsi Riau dan juga Kepulauan Riau.
Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari mengatakan, dengan hadirnya kantor cabang di Jakarta ini menunjukkan bahwa Bank Riau Kepri siap bersaing dengan bank-bank lainnya yang lebih dulu hadir. Pembukaan cabang ini sejalan dengan banyaknya warga asal Riau yang beraktivitas di Jakarta.
“Menurut data Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ), ada sekitar 50 ribu warga Riau. Jadi ada captive market-nya, nanti kita juga akan masuk ke korporasi-korporasi, supaya mereka mau menanamkan dananya di kami,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 6 April 2017.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, sejak beroperasinya kantor cabang BPD Riau Jakarta selama 3 hari, perseroan telah berhasil mengantongi dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp250 miliar. Komposisi sumber dananya bervariasi, mulai dari tabungan, giro dan juga deposito.
Melalui kantor cabang baru ini, perseroan menargetkan dapat mengantongi DPK sebesar Rp1 triliun hingga akhir tahun. Kantor cabang di Jakarta ini juga ditargetkan dapat meraup laba bersihnya sebesar Rp10 miliar. Perseroan tak menutup kemungkinan untuk membuka kantor cabangnya di kota-kota lain.
“Ini cabang baru, kami tetap harus hati-hati, tapi kami juga harus ekspansif,” tutup Irvandi. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More