Jakarta – Bank Riau Kepri (BRK) bekerjasama dengan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (MNC Kapital) terkait penyediaan solusi jasa keuangan oleh unit bisnis yang berada di bawah MNC Kapital.
Dengan adanya kerjasama ini nantinya berbagai produk perbankan yang ada di BRK akan disandingkan dengan tujuh layanan keuangan yang ada dibawah MNC Kapital yaitu MNC Insurance, MNC Bank, MNC Finance, MNC Asset Management, MNC Life, MNC Securitas, MNC Leasing.
“Berbagai layanan ini nantinya akan berkombinasi dengan berbagai produk dari BRK dan memberi manfaat lebih bagi masyarakat,” kata Direktiur Utama MNC kapital, G. Andrew Andryanto Haswin, di Jakarta, Sabtu, 22Juli 2017.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari menambahkan, kerjasama ini merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepri dalam meningkatkan layanannya.
Sehingga kedepan produk-produk BRK bisa di kombinasikan dengan produk -produk investasi yang ada pada MNC Capital, layaknya produk dan jasa di perbankan modern.
“Kerjasama ini merupakan hal yang menguntungkan bagi kedua belah pihak karena kedua belah pihak akan menerima benefit yang saling menguntungkan dalam kesempatan ini,” tambahnya.
Sebelum Penandatanganan MoU yang dilakukan kedua belah pihak, Gubernur Riau, H. Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan selamat kepada jajaran Direksi MNC Group yang datang ke bumi lancang kuning tersebut dalam rangka peresmian Kantor MNC Group di Kota Pekanbaru.
Kantor itu merupakan kantor Integrated Financial Services yang pertama di Sumatera dan merupakan yang kedua di Indonesia setelah Surabaya.
Gubernur Riau menyambut baik audiensi dan kerjasama yang dilakukan pihak MNC Kapital dengan BRK.
“Ini jadi langkah awal menjalin kerjasama yang lebih baik kedepan. Tidak hanya dengan perusahaan milik daerah tetapi juga dengan pemerintah. Dikatakan hadirnya seluruh unit usaha keuangan dari MNC Group ini tentunya menjadi bukti Riau memiliki potensi yang besar,” terang Arsyadjuliandi. (*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More