Perbankan

Bank Raya Mau Buyback Saham Rp20 Miliar, Ini Alasannya

Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk atau Bank Raya (AGRO) pada hari ini (20/5) mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham perseroan senilai Rp20 miliar.

Aksi buyback saham tersebut akan dilakukan secara bertahap dan diselesaikan paling lama 12 bulan setelah adanya persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2025 mendatang.

Direktur Keuangan Bank Raya, Rustarti Suri Pertiwi, menjelaskan pelaksanaan pembelian kembali saham perseroan dilatarbelakangi upaya untuk meningkatkan engagement dan ownership pekerja atas perseroan.

Baca juga: SeaBank Kantongi Laba Rp97 Miliar di Kuartal I 2025, Melesat 88 Persen

Program buyback ini juga akan dilanjutkan dengan Program Kepemilikan Saham Pekerja dan/atau Manajemen yang merupakan bagian dari keseluruhan skema remunerasi untuk manajemen dan/atau pekerja yang bersifat variabel.

Dengan demikian, seluruh pekerja diharapkan akan terdorong berkontribusi lebih optimal terhadap pencapaian target Perseroan.

“Selain itu, program buyback ini juga menunjukkan keyakinan manajemen perseroan bahwa kinerja dan prospek kinerja perusahaan ke depan akan terus membaik, sehingga dapat memberikan value yang optimal kepada stakeholders,” ucap Rustarti dalam keterangan resmi di Jakarta, 20 Mei 2025.

Dengan adanya pelaksanaan buyback ini diharapkan dapat meningkatkan keyakinan kepada para investor atas nilai fundamental perseroan. Selain itu, Bank Raya akan terus berfokus untuk memastikan perseroan dapat tumbuh dengan lebih baik dan sehat dalam jangka panjang.

Adapun, secara fundamental kinerja, Bank Raya mampu membukukan pertumbuhan yang positif hingga kuartal I 2025 dengan berhasil mencetak laba sebesar Rp16,92 miliar dengan kenaikan 84,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). 

Baca juga: Begini Target Bank Raya untuk Kredit, DPK, dan Laba pada 2025

Pertumbuhan bisnis digital juga semakin menunjukkan pertumbuhan yang baik, tercermin dari penyaluran kredit digital pada periode yang sama mencapai Rp6,3 triliun atau tumbuh 63,9 persen yoy dan transaksi Raya App yang mencapai 1,1 juta transaksi yang meningkat 57,1 persen yoy.

Penyaluran kredit yang tumbuh signifikan tersebut berdampak terhadap meningkatnya aset perseroan. Tercatat total Aset Bank Raya mencapai Rp13,35 triliun atau tumbuh 9 persen yoy.

“Dengan adanya buyback saham ini, adalah bukti Bank Raya memperkuat komitmennya dalam membangun fundamental keuangan yang sehat, untuk tumbuh berkelanjutan dan menuju profitabilitas jangka panjang” tutupnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Bakal Sikat 40 Perusahaan Baja China-Indonesia yang Diduga Mengemplang Pajak

Poin Penting Menkeu Purbaya temukan 40 perusahaan baja asal China dan Indonesia yang diduga mengemplang… Read More

24 mins ago

Permata Bank Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit 20 Persen dari Travel Fair 2026

Poin Penting Permata Bank menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 20% lewat Travel Fair 2026 bersama… Read More

39 mins ago

OTT Pegawai Pajak oleh KPK Dinilai Jadi Titik Balik Perkuat Kepercayaan Publik

Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More

1 hour ago

Trump Ancam Tarif 25 Persen bagi Mitra Dagang Iran, Ini Daftar Negaranya

Poin Penting Trump mengancam tarif 25% bagi negara yang berdagang dengan Iran, berlaku untuk seluruh… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Menguat, Sentuh ATH Baru di Posisi 9.038

Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,89% ke level 9.028 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang… Read More

2 hours ago

Kasus Suap Pajak, Purbaya Kocok Ulang PNS DJP: Ke Daerah Terpencil atau Dirumahkan

Poin Penting Menkeu Purbaya akan mengevaluasi pegawai DJP usai OTT KPK terkait dugaan suap pemeriksaan… Read More

2 hours ago