Perbankan

Bank Raya Hadirkan Fitur Uang Saku, Bantu Anak Belajar Kelola Uang Sejak Dini

Poin Penting

  • Bank Raya meluncurkan fitur “Uang Saku” di Aplikasi Raya untuk membantu anak berusia 10–16 tahun belajar mengelola keuangan di bawah pengawasan orang tua.
  • Fitur ini memungkinkan orang tua memantau dan mengatur transaksi anak secara langsung, mulai dari penambahan saldo hingga pembatasan penggunaan, guna membentuk kebiasaan finansial sehat sejak dini.
  • Pengguna Raya App terus tumbuh positif, mencapai lebih dari 1,05 juta nasabah per Juni 2025, dengan peningkatan transaksi 42,7 persen yoy dan pertumbuhan digital saving sebesar Rp1,5 triliun.

Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) kembali memberikan kemudahan digitalisasi keuangan, dengan menghadirkan fitur “Uang Saku”. Fitur ini dapat digunakan oleh anak dengan pengawasan orang tua, sehingga mendorong terciptanya kebiasaan finansial sehat sejak usia dini.

Fitur Uang Saku juga dapat mempermudah orang tua untuk memantau, menganalisis, dan mengevaluasi kebiasaan finansial anak melalui Aplikasi Raya.

Uang Saku semakin melengkapi fitur Saku di Aplikasi Raya. Fitur ini merupakan tabungan yang dibuat oleh orang tua untuk anak berusia 10-16 tahun yang terdaftar pada Kartu Keluarga dan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). 

Pembukaan rekening wajib dilakukan oleh orang tua dan anak dengan melakukan foto selfie bersama serta video call dengan tim Raya. Setelah itu, orang tua dapat membuka hingga lima saku yang bisa digunakan anak untuk bertransaksi.

Baca juga: Ini Cara Bank Raya Dorong Pelaku Usaha Akselerasi Bisnis Lewat Teknologi

Manajemen fitur Uang Saku sepenuhnya berada di tangan orang tua. Mereka dapat menonaktifkan atau mengaktifkan kembali Saku, menghapus, menambah, hingga memindahkan saldo, sehingga pemantauan tabungan anak menjadi lebih praktis dan nyaman.

Komitmen Bangun Kemandirian Finansial

Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, mengatakan bahwa Bank Raya menegaskan pentingnya membangun pemahaman dasar tentang pengelolaan uang sejak dini sebagai fondasi menuju kemandirian finansial.

Menurutnya, hadirnya fitur Uang Saku merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam menyediakan layanan keuangan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga edukatif dan sesuai dengan gaya hidup digital nasabah saat ini.

“Kami berharap fitur ini dapat mendorong kesadaran finansial bagi orang tua untuk memahami pola transaksi anak, serta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terencana,” ujar Kicky dalam keterangan resmi dikutip, Minggu, 26 Oktober 2025.

Baca juga: Bank Raya Fokus Garap UMKM F&B dan Ritel Lewat Saku Bisnis

Ia juga menilai literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun ekonomi inklusif dan berkelanjutan. 

“Tantangan bagi orang tua saat ini adalah bagaimana mengedukasi anak untuk dapat mengelola keuangan dengan bijak dan mengetahui transparansi dari pengelolaan keuangan anak, sehingga dengan adanya kemudahan fitur Uang Saku tujuan finansial orang tua dan anak dapat tercapai,” imbuhnya.

Pertumbuhan Pengguna Raya App Terus Positif

Adapun hingga Juni 2025 pengguna Raya App tercatat lebih dari 1,05 juta nasabah. Penggunaan transaksi di aplikasi ini meningkat 42,7 persen secara tahunan (yoy) dan mencapai 2,1 juta transaksi, dengan pertumbuhan digital saving sebesar Rp1,5 triliun atau tumbuh 66,6 persen yoy. 

Pertumbuhan tersebut menunjukkan tren positif seiring dengan pengembangan fitur dan inovasi Aplikasi Raya yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah dalam bertransaksi secara digital.

“Kedepan, kami berhadap berbagai inovasi produk digital di Bank Raya dapat semakin disambut baik oleh masyarakat dan berdampak positif terhadap peningkatan inklusi keuangan di Indonesia, untuk mendukung langkah kami menjadi bank digital pilihan bagi masyarakat,” pungkas Kicky. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

3 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

3 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

4 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

4 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

5 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

6 hours ago