News Update

Bank Raya Borong 2 Penghargaan Sekaligus di Ajang GCG Bergengsi

Jakarta – Bank Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet dua penghargaan bergengsi sekaligus di akhir 2024.

Pertama, Bank Raya meraih penghargaan pada ajang Indonesia Good Corporate Governance Award 2024 untuk kategori “Trusted” Based on Corporate Governance Perception Index (CGPI).

Sedangkan penghargaan kedua dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) untuk kategori “Best Financial Sector” dalam Top 50 emiten dengan Kapitalisasi Pasar Menengah.

Penghargaan ini diberikan karena Bank Raya dinilai telah mengimplementasikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) yang baik.

Danar Widyantoro, Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan dan SDM Bank Raya mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud komitmen Bank Raya dalam mengoptimalkan nilai perusahaan dan tata kelola perusahaan yang baik.

Baca juga: Robby Djohan: The Legendary Banker Simbol Dedikasi, Integritas, dan Kepedulian

“Melalui penghargaan ini akan semakin meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap Bank Raya dengan mengedepankan tata kelola yang baik, dan tentunya kesuksesan adalah berkat partisipasi aktif seluruh pekerja di Bank Raya yang telah berkomitmen dalam mengimplementasikan praktik-praktik GCG dalam perusahaan,” ungkapnya dikutip 29 November 2024.

Dalam penghargaan yang diraih dari Indonesia Good Corporate Governance Award 2024, Bank Raya meraih score CGPI sebesar 83,89, sehingga mendapatkan predikat Trusted Companies, sekaligus menjadi bukti bahwa penerapan tata kelola yang ada di Bank Raya telah membawa perjalanan transformasi Bank Raya terus tumbuh.

Demikian halnya pada penghargaan yang diterima dari IICD, Bank Raya bersanding bersama 200 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang terbagi menjadi 100 emiten Big Cap dan 100 emiten Mid Cap, dan dinilai oleh 10 asesor yang kompeten dan berpengalaman di Asean Corporate Governance Scorecard.

“Penerapan prinsip GCG yang konsisten akan memberikan dampak pada upaya perbaikan kualitas perseroan. GCG juga dapat membentuk karakter perusahaan yang kuat, adaptif, dan mampu mencapai pertumbuhan di tengah berbagai tantangan ekonomi,” kata Danar.

Baca juga: Bank Raya Sediakan Pinjaman untuk Karyawan PNM Group

Dalam mendukung penerapan GCG yang baik, Bank Raya melakukan perbaikan dengan melibatkan pemangku kepentingan. Hal ini untuk terus berpedoman terhadap pengelolaan perusahaan yang transparan, akuntabel, responsible, independen dan fairness sesuai dengan pedoman tata kelola di industri perbankan.

Bank Raya juga terus menerus melakukan perbaikan dalam hal bisnis model, proses bisnis & operasional serta melakukan berbagai sertifikasi seperti ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO/IEC27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System/ISMS) dan ISO 20000-1:2018 IT Service Management. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

3 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

12 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

13 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

14 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

14 hours ago