Perbankan

Bank Raya Berhasil Bukukan Laba Rp33,9 Miliar di Kuartal III 2024

Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal III 2024 mencapai Rp33,9 miliar atau tumbuh menembus 130,9 persen yoy bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Perolehan laba tersebut, ditopang oleh total outstanding kredit yang tumbuh sebesar 20,7 persen atau mencapai Rp6,8 triliun pada kuartal III 2024.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan dengan tetap fokus melanjutkan transformasi menjadi digital attacker BRI Group Bank Raya terus melanjutkan ekspansi bisnis digitalnya.

Hal ini tecermin dari kinerja produk digital yang terus menunjukkan perkembangan positif, seperti penyaluran kredit digital selama 2024 yang mencapai Rp13,7 triliun atau tumbuh 72,5 persen yoy.

“Sehingga mendorong pertumbuhan outstanding kredit digital Bank Raya sebesar 90,4 persen yoy mencapai Rp1,8 triliun,” ujar Bagus dalam keterangan resmi, Rabu, 23 Oktober 2024.

Baca juga: Bank Mandiri Raih 2 Penghargaan di Ajang Top 20 Financial Institutions Award 2024

Kinerja yang positif tersebut juga terlihat dari keberhasilan Bank Raya dalam menjalankan fungsinya dalam mengumpulkan dana masyarakat.

Pada Kuartal III 2024, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga mencapai 11,2 persen yoy atau tercatat mencapai Rp7,8 triliun.

Pertumbuhan Giro

Bagus menjelaskan pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar Rp610 miliar atau tumbuh 58,2 persen yoy.

Tabungan tercatat mencapai Rp1,4 triliun yang didorong oleh peningkatan pada digital saving menjadi sebesar Rp1,1 triliun atau tumbuh 39,9 persen yoy dan deposito menjadi Rp5,89 triliun atau tumbuh 11,2 persen yoy.

“Pertumbuhan pada dana murah (Giro dan Digital Saving) tersebut menunjukkan bahwa produk simpanan Bank Raya telah mampu mempermudah nasabahnya dalam melakukan pengelolaan keuangannya serta telah mampu menjawab kebutuhan para nasabah dalam bertransaksi perbankan digital sehari-hari,” pungkasnya.

Baca juga: PermataBank Literasi Keuangan Lewat 3 Seasons of Wealth

Adapun pendapatan bunga yang tumbuh sehat sebesar 16,3 persen yoy atau tercatat mencapai Rp769 miliar.

Pendapatan Bunga Kredit

Pada Kuartal III 2024 pertumbuhan pendapatan bunga tersebut didorong oleh pendapatan bunga kredit tercatat Rp524 miliar atau meningkat sebesar 21,5 persen yoy.

Secara keseluruhan kinerja Bank Raya pada Kuartal III 2024 mengalami peningkatan, sehingga tecermin pada Net Interest Income yang mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp416 miliar atau bertumbuh 15,9 persen yoy.

Selanjutnya, rasio profitabilitas dan efisiensi Bank Raya yang juga terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tecermin dari perbaikan rasio NIM pada kuartal III 2024 menjadi 4,35 persen dari Kuartal III 2023 yaitu 3,80 persen, serta rasio Cost to Income Ratio (CIR) pada Kuartal III 2024 yang membaik menjadi 59,79 persen.

Perbaikan rasio profitabilitas juga tercermin dari rasio Return on Asset  (ROA) sebesar 0,36 persen dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yaitu sebesar 0,16 persen. Rasio Return on Equity (ROE) sebesar 1,41 persen dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya sebesar 0,62 persen. Sehingga, total aset Bank Raya tercatat tumbuh 12,1 persen mencapai Rp12,8 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

6 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

6 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

7 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

7 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

8 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

9 hours ago