Poin Penting
- Laba bersih Bank QNB Indonesia melonjak 178 persen menjadi Rp29,6 miliar pada semester I 2026
- Aset tumbuh 9 persen menjadi Rp14,4 triliun, kredit 2 persen menjadi Rp10 triliun, dan DPK 4 persen menjadi Rp8,5 triliun.
- NPL membaik menjadi 1,84 persen, dengan CAR 53,85 persen serta likuiditas tetap kuat.
Jakarta – PT Bank QNB Indonesia Tbk anak usaha dari QNB Group, institusi finansial terkemuka di Timur Tengah dan Afrika, melaporkan kinerja keuangan untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 (semester I 2026).
Dalam periode itu, bank ini berhasil melanjutkan momentum positif dengan membukukan profitabilitas yang lebih kuat sejalan dengan pertumbuhan neraca dan perbaikan kualitas aset, serta menjaga modal dan likuiditas tetap kokoh.
“Kinerja kami pada semester pertama 2026 menunjukkan bagaimana pertumbuhan yang disiplin dapat mendorong hasil yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global dan domestik, kami tetap fokus untuk tumbuh lebih kuat, mendorong bisnis yang lebih sehat melalui penerapan manajemen risiko yang lebih hati-hati, penyaluran pembiayaan yang lebih berkelanjutan, serta membangun relasi jangka panjang dengan para Nasabah,” ujar Nick Groene, Direktur Utama Bank QNB Indonesia, melalui keterangan resminya, Selasa (18/8).
Ia menambahkan, Bank QNB Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menjadi penghubung antara pelaku usaha di Indonesia dengan pasar regional dan internasional, maupun sebaliknya.
“Dengan memadukan kekuatan jaringan internasional QNB Group, investasi yang berkelanjutan pada teknologi, serta kapabilitas sumber daya manusia, kami terus berupaya untuk menciptakan nilai tambah dalam menjalankan bisnisnya,” tegasnya.
Baca juga: RUPST Bank QNB Indonesia Angkat Silas Lee jadi Komisaris
Laba bersih Bank QNB Indonesia tercatat tumbuh 178 persen mencapai Rp29,6 miliar pada 30 Juni 2026, didukung momentum bisnis yang positif, penerapan strategi penetapan harga yang lebih disiplin, serta fokus yang berkelanjutan dalam menjaga kualitas portofolio.
Meskipun beroperasi di tengah volatilitas pasar keuangan global dan kondisi moneter yang ketat, bank ini tetap menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.
Total aset Bank QNB Indonesia tumbuh 9 persen menjadi Rp14,4 triliun pada 30 Juni 2026, dari Rp13,2 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, pinjaman bruto tumbuh 2 persen menjadi Rp10,0 triliun dari Rp9,8 triliun pada akhir tahun lalu.
Pertumbuhan itu mencerminkan komitmen Bank QNB Indonesia dalam mendukung sektor korporasi di Indonesia di tengah kondisi dunia usaha yang cenderung lebih berhati-hati.
Pertumbuhan kredit itu juga diiringi perbaikan kualitas portofolio. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) membaik menjadi 1,84 persen pada Juni 2026, dari 3,31 persen pada Juni 2025. Hal ini mencerminkan kehati-hatian Bank QNB Indonesia dalam melakukan penyaluran pinjaman dan pengelolaan risiko pinjaman yang efektif.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4 persen menjadi Rp8,5 triliun, dari Rp8,1 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan DPK yang lebih cepat dibandingkan pinjaman tersebut mempertegas posisi likuiditas Bank QNB Indonesia.
Lebih jauh, Bank QNB Indonesia juga mempertahankan fondasi keuangan yang kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 53,85 persen, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan. Sementara itu, rasio likuiditas lainnya masih berada di atas ketentuan minimum regulator, dengan liquidity coverage ratio (LCR) 144,33 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 129,83 persen.
Memasuki paruh kedua 2026, Bank QNB Indonesia akan terus berfokus pada pengembangan segmen corporate dan institutional banking dengan memperdalam hubungan dengan perusahaan besar, korporasi multinasional, serta badan usaha milik negara (BUMN), sembari tetap menerapkan pengelolaan biaya dan risiko secara hati-hati.
Baca juga: SeaBank Kantongi Laba Rp749 Miliar di Semester I 2026
Sebagai bagian dari strategi itu, Bank QNB Indonesia akan terus mengoptimalkan kolaborasi dengan QNB Group, termasuk jaringan kantor cabang dan entitas anak usahanya di berbagai negara, untuk membuka lebih banyak peluang bisnis lintas negara (cross-border).
Seiring dengan pengembangan bisnis, Bank QNB Indonesia juga akan mendorong akselerasi kapabilitas teknologi sebagai bagian dari upaya transformasi bisnis, meningkatkan layanan nasabah, serta mendorong efisiensi operasional.
Bank ini juga akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang siap berkembang bersama Bank QNB Indonesia dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. (*) Ari Nugroho


