Ilustrasi: Kantor PT Bank QNB Indonesia Tbk.
Poin Penting
Jakarta – PT Bank QNB Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Realisasi kredit dan aset tumbuh solid, serta likuiditas tetap terjaga dengan baik di tengah ketidak pastina ekonomi global dan domestik.
Direktur Utama Bank QNB Indonesia, Nick Groene mengatakan, kinerja perseroan selama 2025, mencerminkan ketangguhan model bisnis serta kemajuan yang telah dicapai dalam memperkuat fundamental bank.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik, kami terus menjaga pertumbuhan yang disiplin dengan memastikan kualitas aset dan likuiditas tetap kuat,” jelas Nick dalam keterangan resminya dikutip 1 April 2026.
Baca juga: Intip Strategi Bank QNB Indonesia Jaga Pertumbuhan Bisnis
Per 31 Desember 2025, Bank QNB Indonesia mencatatkan laba sebelum pajak Rp50,8 miliar. Capaian laba ini ditopang dari kinerja intermediasi yang solid. Realisasi kredit perseroan pada 2025 tumbuh 18 persen year on year (yoy). Jauh melampaui kredit industri perbankan yang berada di level 9,6 persen, menurut data Bank Indonesia.
Pertumbuhan kredit perseroan utamanya didorong oleh sektor informasi dan komunikasi, manufaktur, serta layanan keuangan dan asuransi. Perseroan juga berhasil menyalurkan kredit berbasis ESG pertamanya.
Dari sisi pengumpulan dana juga tumbuh solid. Dana pihak ketiga (DPK) perseroan tercatat naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Seluruh pencapaian ini berkontribusi terhadap pertumbuhan total aset bank yang mencapai Rp13,2 triliun, tumbuh 3 persen yoy dari Rp12,9 triliun pada tahun sebelumnya.
Kualitas aset bank juga mengalami perbaikan dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto menurun menjadi 2,2 persen dari 2,7 persen tahun lalu.
Pencapaian tersebut diikuti dengan penurunan provisi yang menunjukkan pengelolaan kualitas aset yang efektif dan penerapan prinsip kehati-hatian terhadap manajemen risiko.
Pada periode ini, Bank QNB Indonesia mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang kuat, terlihat dari liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSFR) yang masing-masing mencapai 119,95 persen dan 140,40 persen – keduanya berada di atas batas minimum regulator sebesar 100 persen.
Baca juga: Sinergi KB Financial Group, KB Bank Bidik Ekosistem Bisnis Korea di RI
Memasuki 2026, Bank akan fokus pada pengembangan lini bisnis perbankan korporasi dan institusional, serta terus memperkuat kapabilitas digital dan operasional bank.
Prioritas strategis Bank meliputi pengembangan infrastruktur digital, pemanfaatan jaringan regional Group, serta pendalaman hubungan dengan nasabah korporasi Tier-1 dan klien konglomerasi.
“Di 2026, kami akan terus menggali kesempatan untuk mendukung lebih banyak peluang perdagangan dan investasi lintas negara,” kata Nick. (*)
Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur call center gratis di Livin’ by Mandiri yang bisa… Read More
Poin Penting Menteri ATR mengusulkan tambahan anggaran Rp672 miliar untuk mendukung program 3 juta rumah.… Read More
Poin Penting Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia mendesak pemerintah menaikkan fuel surcharge dan Tarif Batas… Read More
Poin Penting Menaker mengimbau penerapan WFH satu hari kerja per minggu bagi perusahaan swasta, BUMN,… Read More
Poin Penting Bank Indonesia dan Bank of Korea resmi meluncurkan QRIS Antarnegara Indonesia–Korea Selatan untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan tarif listrik Triwulan II… Read More