Perbankan

Bank Papua Hasilkan Laba Rp478,34 Miliar di September 2024, Tumbuh 13,90 Persen

Jakarta – Kinerja Bank Papua cukup mengesankan di September 2024. Bank yang dipimpin Yuliana D. Yembise sebagai direktur utama ini berhasil meraih pertumbuhan laba bersih yang signifikan.

Mengutip laporan publikasi September 2024, yang dikeluarkan pada Kamis, 31 Oktober 2024, laba bersih Bank Papua meningkat 13,90 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp478,34 miliar, dibanding September 2023 sebesar Rp419,97 miliar.

Tumbuhnya laba Bank Papua didukung peningkatan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp1,41 triliun, naik 3,69 persen yoy dari Rp1,36 triliun. Naiknya pendapatan bunga bersih mengindikasikan jika bank ini mampu mengelola aset berbasis bunga secara efektif, meski pendapatan bunga secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 41,74 persen, menjadi Rp2,28 triliun.

Di sisi lain, efisiensi beban bunga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja laba Bank Papua. Beban bunga bank ini tercatat mengalami penurunan tajam sebesar 65,96 persen, dari Rp2,56 triliun menjadi hanya Rp867,26 miliar.

Baca juga: Bank Kalbar Tumbuh Solid, Cetak Laba Rp359,76 Miliar di Triwulan III 2024

Hal ini menandakan bahwa Bank Papua telah berhasil menekan biaya pendanaan (cost of fund), sehingga dapat meningkatkan margin bunga bersih (NIM) menjadi 6,84 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,35 persen. Peningkatan NIM ini menjadi salah satu penopang utama dalam perbaikan profitabilitas bank.

Selain beban bunga yang berhasil ditekan, efisiensi dalam pengelolaan beban operasional lainnya juga terlihat stabil. Beban operasional lainnya turun tipis 0,84 persen dari Rp938,75 miliar menjadi Rp930,84 miliar.

Pengelolaan beban yang terkendali berdampak pada perbaikan rasio efisiensi BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) menjadi 81,08 persen, yang lebih rendah dari tahun lalu di 89,80 persen. Rasio BOPO yang lebih rendah ini menunjukkan efisiensi yang semakin baik dalam operasional Bank Papua, dan berada di bawah batas sehat industri perbankan nasional yang sebesar 94 persen.

Dari sisi likuiditas, Bank Papua juga memperlihatkan kondisi yang stabil dengan loan to deposit ratio (LDR) yang naik ke level 80,60 persen dari sebelumnya 62,71 persen. Meskipun terjadi peningkatan, LDR Bank Papua tetap berada dalam rentang sehat industri, yaitu 78 -92 persen.

Per September 2024, Bank Papua menghimpun DPK Rp25,58 triliun, terkontraksi 17,61 persen secara tahunan. Namun demikian, penurunan DPK utamanya disebabkan oleh susutnya deposito sebesar 41,56 persen, kendati giro dan tabungan juga mengalami penurunan tapi tak sedalam deposito. Alhasil, struktur dana Bank Papua makin dipenuhi dana murah (CASA), di mana rasio CASA meningkat dari 87,93 persen menjadi 91,44 persen.

Baca juga: Top! Bank Sultra Raup Laba Rp326,19 Miliar di September 2024, Naik 23,80 Persen

Adapun pertumbuhan kredit Bank Papua sebesar 5,91 persen atau menjadi Rp20,62 triliun. Peningkatan kredit ini berkontribusi dalam memperkuat basis pendapatan bank dari sisi pembiayaan.

Secara keseluruhan, Bank Papua berhasil menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan perbaikan rasio-rasio keuangan kunci. Return on assets (ROA) meningkat menjadi 2,11 persen dari sebelumnya 1,72 persen, sementara return on equity (ROE) mencapai 15,74 persen, naik dari 14,74 persen. Hal ini mencerminkan makin kuatnya kemampuan Bank Papua dalam menghasilkan keuntungan dari setiap aset dan modal yang dimilikinya.

Bank Papua menutup kinerja triwulan tiga 2024 dengan total aset Rp31,86 triliun. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

7 hours ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

13 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

15 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

21 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

21 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

22 hours ago