Jakarta – PT Bank Panin Tbk mengumumkan akan membagikan dividen sebesar Rp1,01 triliun dari laba besih tahun buku 2024. Pembagian dividen tersebut telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis, 26 Juni 2025.
“Perseroan setuju penggunaan laba bersih tahun 2024 untuk dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham sebesar paling kurang Rp1,01 triliun, setelah dikurangi saham tresuri atau sebesar Rp42 per saham,” ungkap Herwidayatmo, Presiden Direktur Bank Panin.
Sepanjang 2024, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan positif di tengah berbagai tantangan, baik dari domestik maupun global. Per Desember 2024, bank dengan kode saham PNBN ini berhasil mencetak laba bersih secara konsolidasi Rp2,87 triliun.
Baca juga: RUPST Bank Panin Angkat Komisaris dan Direksi Baru, Ini Susunan Lengkapnya
Raihan laba tersebut ditopang kinerja penyaluran kredit yang tumbuh terbatas sebesar 0,90 persen dari Rp148,49 triliun di 2023 menjadi Rp148,90 triliun pada 2024.
Kualitas kredit juga terjaga. Ini tercermin dari rasio non performing loan (NPL) gross yang turun ke level 3,05 persen dari posisi tahun sebelumnya di level 3,09 persen. Sedangkan NPL net di level 0,90 persen.
Dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan 4,92 persen menjadi Rp152,37 triliun. Ini menandakan bahwa posisi likuiditas perseroan terjaga dengan baik.
Pertumbuhan DPK tersebut juga tak lepas dari keberhasilan perseroan menerbitkan obligasi sebagai pendanaan jangka panjang.
Tahun lalu, Bank Panin berhasil menyelesaikan penerbitan dua seri obligasi berkelanjutan dan satu seri obligasi subordinasi berkelanjutan yang nilainya secara keluruhan mencapai Rp4,01 triliun.
Pertumbuhan kredit dan DPK tersebut, turut mendongkrak aset perseroan. Per Desember 2024, posisi total aset mencapai Rp243,96 triliun, atau naik 9,89 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp222,01 triliun.
“Pertumbuhan aset kami pada 2024, memang difokuskan pada pilihan investasi yang aman, terutama Surat Utang Negara (SUN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang tumbuh hingga 59,67 persen jadi Rp62,29 triliun,” jelas Herwidayatmo.
Sementara dari sisi permodalan, hingga Desember 2024, posisi modal Bank Panin telah mencapai Rp52,32 triliun atau tumbuh 5,27 persen dari tahun sebelumnya. Alhasil, rasio CAR perseroan juga meningkat menjadi 34,54 persen.
Baca juga: Siap Meluncur, Bank Syariah Milik Muhammadiyah Diklaim Punya Potensi Pembiayaan Besar
Selain mengumumkan pembagian dividen, RUPST Bank Panin juga sepakat untuk mengubah susunan pengurus.
Rapat menyetujui pengunduran diri Gregory James Terry dari jabatan komisaris perseroan dan Haryono Wongsonegoro dari posisi direksi perseroan.
Sebagai pengganti keduanya, RUPST Bank Panin sepakat mengangkat Munadi Umar sebagai komisaris dan Sugiono Sutanto Janis sebagai direktur perseroan.
Berdasarkan hasil RUPST Bank Panin, berikut susunan komisaris dan direksi terbaru:
Dewan Komisaris
Dewan Direksi
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More
Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More
Poin Penting Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying BBM karena dapat mengganggu distribusi energi.… Read More
Poin Penting Hutama Karya memberikan diskon tarif tol 30 persen di sejumlah ruas Jalan Tol… Read More