Ilustrasi: Gedung Panin Bank. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Panin Tbk (PaninBank) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,87 triliun sepanjang 2025, tumbuh tipis 0,13 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,86 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan fee-based income serta penguatan permodalan perseroan.
Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo menjelaskan bahwa pertumbuhan laba PaninBank tahun lalu didukung oleh peningkatan fee-based income yang naik 3,47 persen yoy menjadi Rp2,30 triliun, terutama berupa keuntungan dari transaksi surat berharga.
“Pendapatan bunga bersih juga berhasil tumbuh 0,19 persen, sejalan dengan naiknya pendapatan bunga,” jelas Herwidayatmo dalam keterangan resminya dikutip 27 Februari 2026.
Baca juga: Bukan Cuma Aplikasi! Bank Panin Dubai Syariah Hadirkan Fitur Sedekah Otomatis Tiap Hari
Dari sisi kinerja intermediasi, pertumbuhan kredit yang diberikan Bank Panin mencatat penurunan sebesar 2,56 persen menjadi Rp145,08 triliun. Meski demikian, kualitas kredit menunjukkan perbaikan, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang turun menjadi 2,82 persen dari 3,05 persen. Sementara NPL net tercatat di level 1,04 persen.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 2,98 persen menjadi Rp156,92 triliun. Penguatan struktur permodalan juga terlihat dari total modal yang meningkat 5,07 persen menjadi Rp54,98 triliun, sehingga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) naik menjadi 37,49 persen dari sebelumnya 34,54 persen.
Sebagai bagian dari strategi pendanaan jangka panjang, PaninBank juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2025 senilai Rp3,20 triliun. Dengan demikian, total dana yang dihimpun melalui Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I hingga III telah mencapai Rp7,21 triliun.
Baca juga: BI: Kredit Belum Optimal Meski Likuiditas Perbankan Sangat Memadai
Secara konsolidasi, total aset PaninBank tercatat sebesar Rp237,33 triliun pada akhir 2025, turun dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp243,96 triliun.
Kinerja tersebut mencerminkan fokus perseroan dalam menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan, serta mengoptimalkan sumber pendapatan non-bunga di tengah dinamika industri perbankan. (*)
Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More
Poin Penting: Para pakar meminta RUU Perampasan Aset dibatasi untuk kejahatan serius dan fokus pada… Read More
Poin Penting Bank Amar fokus pada UMKM untuk memperluas akses pembiayaan digital dan mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting IHSG melemah tipis 0,15% ke level 7.268,03 pada penutupan sesi I perdagangan (9/4).… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan biaya haji 2026 turun Rp2 juta meski harga avtur naik. Kenaikan… Read More
Oleh Paul Sutaryono PADA 25 Maret 2026, Mahkamah Agung telah resmi melantik Friderica Widyasari Dewi… Read More